Obat Generik?

Dua hari berturut-turut–hari ini dan kemarin–Harian Kompas menempatkan harga obat sebagai head-line berita, disamping isu Pansus Century yang memasuki babak akhir. Kompas menyebutkan walaupun Menteri Kesehatan telah mengeluarkan peraturan yang mengharuskan penggunaan obat generik kepada pasien yang dirawat di RS Pemerintah (RSUD, Puskesmas, dll), tetapi kenyataannya tidak banyak yang mengikuti. Para dokter dan RS masih banyak yang menggunakan obat bermerk dan patent.

Akibatnya pembiayaan orang yang berobat atau dirawat di RS menjadi tinggi (mahal). Peraturan itu sebenarnya dimaksudkan untuk menjawab tantangan kemahalan tersebut.

Continue reading

Blunder: Pengumuman CPNS Nias Barat

Jakarta – Pengumuman seleksi CPNS Kabupaten Nias Barat mengalami persoalan. Pada waktu pengumuman, ditemukan nomor dan nama peserta seleksi tidak sama. Jumlahnya relatif banyak sekitar 116 orang dari 421 orang yang diterima. Memang sebagian besar, nama dan nomor bersesuaian, tetapi yang 116 orang menimbulkan keresahan.

Memang ada pengumuman lanjutan dari Bupati Nias Barat, yang merujuk pada surat Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), yang ditunjuk oleh Pemda Nias Barat untuk menyelenggarakan ujian dan seleksi CPNS itu, bahwa yang benar sebagai patokan adalah nama peserta. Berarti masih ada 58 orang lagi, yang sebenarnya berhak juga karena sudah diumumkan, walau hanya nomor ujian tes seleksi.

Continue reading

Pelayanan Kesehatan dan Penyembuhan: Studi Kasus

JAKARTA – Sengaja memilih kasus pasien terminal dalam merefleksikan relevansi pelaksanaan konsep pelayanan kesehatan dan penyembuhan holistik di RS Kristen di Indonesia. Pada penyakit lain—yang juga banyak ditemukan di RS—dimensi pelayanan kesehatan dan penyembuhan holistik ini kurang begitu kelihatan.  Waktu perawatan yang kurang begitu lama, biaya yang relatif rendah dan perhatian civitas hospitalia serta kemampuan-terbaik tenaga medis belum dirasakan. Pelayanan kesehatan—pengobatan dan perawatan—seperti hal yang rutin, walaupun sebenarnya sudah sesuai standard operating procedure (SOP).
Continue reading

MENTALITAS MASYARAKAT NIAS TIDAK KONDUSIF ?

Dalam beberapa diskusi dengan kawan-kawan kelompok (komunitas) Nias, disebutkan bahwa masyarakat Nias belum kondusif, supportive dan responsif terhadap pembangunan. Beberapa indikasi disebutkan, antara lain tidak berbagi sumber daya, misalkan iuran atau tenaga tanpa bayar bila ada kegiatan pembangunan di desa (wujud swadaya); atau cenderung merusak, bila tidak mendapatkan “bagian” dari kegiatan demikian.

Secara sederhana subyek pembangunan dalam pengalaman sehari-hari adalah pemerintah dan masyarakat. Dalam masyarakat didapatkan pelaku lain, seperi NGO (non governmental organization) dan swasta (pedagang), dan komunitas atau kelompok. Para subyek ini memiliki mekanisme dan standar sendiri. Yang lebih banyak diungkapkan dalam diskusi ini adalah masyarakat dalam kategori komunitas atau kelompok.

Continue reading

Tantangan Gereja Terhadap Pelayanan Kesehatan

Pelayananan Kesehatan di Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah pekabaran Injil yang dibawa para misionaris. Pelayanan lain, yaitu pendidikan. Kedua pelayanan ini berjalan beriringan dalam kegiatan-kegiatan pekabaran Injil. Disamping sebagai bagian dari tugas gereja –bersaksi, bersekutu dan melayani, tetapi juga menjadi langkah awal (entry point) bagi tugas gereja lainnya, memperkenalkan kabar sukacita, yaitu penyelamatan Allah atas dunia dan alam semesta.

Continue reading

Design a site like this with WordPress.com
Get started