Salam

Nefos Crop 1Yaahowu. Waktu bergerak demikian cepat. Banyak hal dilakukan dan terjadi: spontan ataupun terencana. Sayang kalau berlalu begitu saja; tidak ada pembelajaran dari kejadian itu. Hasilnya belum selalu baik,memang ataupun memberi hasil segera, tetapi bila ditekuni, pasti diperoleh perbaikan dan perubahan. Perubahan besar, diperoleh dari perubahan kecil.

Continue reading

Advertisements

LAGI TENTANG UPKM DAN EKSTRAMURAL DI RS YAKKUM

Metro-Lampung — Saya tidak bisa membayangkan, apa konsep hospital without wall menjadi unggulan solusi pelayanan kesehatan kepada masyarakat dewasa ini?

Pertanyaan ini muncul, ketika kompetisi layanan RS sekarang begitu ketat dan kompleks, RS telah terjebak menjadi “industri” jasa layanan kesehatan. Dalam keadaan ini secara ekonomis, tidak ada ruang lagi bagi pelayanan kepada kesehatan berbasis masyarakat, yang salah satu nya melalui konsep hospital without wall, karena sering dianggap pelayanan sebagai pusat biaya (cost-centre). 

Semua layanan dalam industri ini, dihitung secara financial, dan ditimbang-timbang kepada hal-hal yang bisa memberi manfaat ekonomi bagi RS.

Terhadap pandangan ini, tentunya pertumbuhan pendapatan, khusus nya finansial, tidak salah. Karena dalam industri ini kebutuhan dana besar. Hanya saja, ketika RS memiliki paradigma demikian, menyisakan pertanyaan “dimana tempat kepada masyarakat yang terpinggirkan dan tersisih di dalam layanan RS, karena tidak memiliki akses, tidak bisa ‘bersaing’ karena informasi dan pengetahuan terbatas”.

Tetapi rupanya pertanyaan-pertanyaan ini, bisa didapatkan jawaban nya di RS Mardi Waluyo, Kota Metro, Lampung. RS ini melaksanakan konsep hospital without wall. Konsep ini menjadi unggulan (excellency) dan solusi pelayanan kesehatan masyarakat sebagai bagian integral pelayanan di dalam RS (yang disebut intramural) di daerah Lampung.

Tiga alat kelengkapan kelembagaan yang dirancang terhadap implementasi konsep ini, yaitu UPKM (usaha peningkatan kesehatan masyarakat), Humas (hubungan masyarakat), dan pastoral konseling. 

UPKM memiliki mandat dan area sendiri. Mandatnya adalah pengorganisasian masyarakat di sekitar RS, seperti tukang-becak, padagang kaki-lima, dll. Humas, mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan pemerintah (lokal) dan tokoh masyarakat dan gereja. Dan, Pastoral-Konseling, disamping layanan di dalam RS, tetapi juga pendampingan spiritual kepada masyarakat umum. 

    Untuk kegiatan yang lebih luas penjangkauan kesehatan masyarakat, RS ini membentuk gugus-tugas lintas-fungsi (cross  function) terdiri dari ketika alat kelengkapan ini: Humas, UPKM dan Pastoral-konseling

    Gugus tugas ini merekrut “Mitra” RS secara sukarela menjadi motivator dan kader kesehatan masyarakat. Para Mitra ini menjadi promotor kesehatan, pengkoordinasi serta penghubung dengan stakeholder lain (termasuk RS Mardi Waluyo) terhadap peningkatan kesehatan, termasuk hak-hak pasien.

    RS membantu secara administratif. Bila ada warga yang belum memiliki kartu JKN (Jaminan Kesehatan Masyarakat), RS menjadi penghubung ke BPJS setempat. Bila ada pasien yang ditunjuk, RS memiliki mobile-clinic membawa pasien; tidak harus ke RS Mardi Waluyo, tergantung keinginan pasien.

    Bila pasien dan keluarga kekurangan uang dalam proses perawatan yang tidak termasuk dalam JKN, RS membantu. Sumber keuangan untuk bantuan seperti ini diambil dari alokasi APB RS, kolektif karyawan dari kebaktian sekali seminggu, dan donatur.

    Disamping dukungan administrasi, manajemen RS mensosialisasikan paradigma layanan seperti ini kepada seluruh civitas hospitalia. Kalau ada karyawan: medis, paramedis dan non-medis diajak berkunjung ke desa dan bertemu masyarakat, mereka dengan senang hati mengambil bagian. Sebaliknya, tidak ada keluhan atau pertanyaan, jika ada karyawan dari ketiga gugus-tugas berkunjung ke desa, karena pelayanan Ekstramural adalah kegiatan RS.

    Mitra RS sekarang ini adalah sekitar 200 orang dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Hingga saat ini, Mitra yang paling jauh berada sekitar 200km dari Kota Metro. Secara rutin, sekali 3 bulan dilaksanakan pertemuan dengan Mitra. Pada pertemuan ini, Mitra dan Management RS berbagi progres dan tantangan yang dihadapi, serta mencari solusi praktis yang bisa dilaksanakan.

    Tidak ada benefit finansial yang diperoleh dari ke-relawan-an Mitra, selain kebanggaan melayani masyarakat dan menjadi bagian dari RS Mardi Waluyo.

    Paradoks dengan upaya ini, yang seolah-olah menjadi cost-centre dan tidak ada manfaat finansial, kinerja RS justru meningkat. Dalam perspektif manajemen modern, kegiatan Ekstramural ini adalah strategi marketing, yaitu membangun corporate image, customer loyalty dan memperluas area market. Penulis tidak tahu, kalau ini disadari atau dirancang demikian, tetapi terlepas dari itu, kegiatan Ekstramural ini justru memberi return bagus bagi RS. (***)

    Penataaan Kelembagaan UPKM Yakkum dan Unit Kerja

    Solo – Disela-sela Lokakarya Standarisasi Akreditasi RS Sasaran Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs – Millenium Development Goals) di Semarang, kawan-kawan UPKM (usaha peningkatan kesehatan masyarakat) Unit RS yang hadir sebagai bagian dari  Kelompok Kerja (Pokja) sasaran itu, terdiri dari Ponek, TB, dan HIV-AIDS, terlibat pembicaraan serius tentang masa depan UPKM, yang sudah dibina selama ini. dan menjadi salah satu icon pelayanan kesehatan holistik yang dilaksanakan Yakkum beberapa dekade.

    Icon ini dikenal dengan konsep Rumahsakit Tanpa Dinding (hospital without wall). Konsep ini dibangun berdasarkan kondisi kesehatan masyarakat yang tidak dapat “menjangkau” pelayanan di RS karena jarak (dari rumah pasien ke kota), prasarana dan prasarana yang belum memadai, biaya pengobatan, dan pelayanan di dalam RS yang belum “ramah” kepada pasien dari desa atau daerah terpencil.

    Continue reading

    Struktur Kantor Yakkum: Agenda Yang Belum Selesai (Bagian Kedua)

    Organisasi Kantor Yakkum dari Waktu ke Waktu

    Organisasi Kantor Yakkum mengalami transformasi terus-menerus. Transformasi ini merupakan respon terhadap perkembangan internal dan eksternal organisasi. Perkembangan internal, yaitu peningkatan pelayanan unit-unit kerja dan perkembangan harapan gereja “pendiri” dan “pendukung”. Sedangkan perkembangan eksternal adalah regulasi pemerintah, perkembangan institusi pelayanan kesehatan: pemerintah dan swasta, dan perkembangan pelayanan kesehatan secara global.

    Sebagai organisasi, Yakkum didirikan pada tahun 1950, sedangkan unit kerja RS sudah berdiri dan melaksanakan layanan kepada pasien dan masyarakat, oleh Badan Pekabaran Injil dari Belanda, jauh sebelum itu. Seluruh pembiayaan layanan, termasuk tenaga dokter dan perawat, disediakan dan dibiayai Badan tersebut pada saat itu. RS tertua yang dimiliki oleh Badan ini adalah RS Bethesda Yogyakarta, yang dulu bernama RS Petronella. Walau demikian, beberapa RS lain yang dikelola Badan ini, tidak berhimpun bersama dalam Yakkum, sebut saja antara lain RS Dr. Mawardi Surakarta dan RS dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (dulu RS Tegalyoso). Kepemilikan dan pengelolaan dilakukan oleh pemerintah sekarang ini.

    Continue reading

    Struktur Kantor Yakkum: Agenda Yang Belum Selesai (Bagian Pertama)

    Solo – Dalam beberapa kesempatan, Pengurus Yakkum mengeluh rendahnya kinerja Kantor Yakkum (KY). Bisa jadi keluhan ini muncul dari pengalaman sesehari selama ini. Bisa juga keluhan ini muncul dari “survey” yang disampaikan oleh unit kerja yang menjadi subyek layanan KY.

    Kalau diibaratkan seperti rumah, KY adalah “dapur” pengurus, unit kerja dan para stakeholder Yakkum. Di dapur ini, disuguhkan sejumlah menu kebutuhan. Dimulai dari pemilihan bahan baku dan bumbu makanan, proses menggodok dan memasak, sampai kepada penyuguhan kepada pelanggan. Bila salah satu dari mata rantai dapur ini keliru atau tidak tepat, maka menu yang disuguhkan menjadi hambar, atau malah over bumbu: terlalu asin, manis, pahit atau rusak. Bisa ditebak respon pelanggan, antara lain protes, kecewa, marah atau malah didiamkan karena tidak ada pilihan lain menu yang tersedia.

    Continue reading

    Jalan Berliku Mengembalikan Daulat Rakyat

    Solo – Pada akhirnya Presiden SBY mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, disingkat Perppu tentang Pilkada Langsung. Perppu ini disebutkan jauh lebih lengkap dari UU tentang hal yang sama sebelumnya yang diusulkanan Fraksi Demokrat “Pilkada Langsung dengan 10 Perbaikan”, yang ditolak menjadi salah satu opsi, dan menjadi kontroversi karena fraksi ini memilih walk out waktu pengambilan keputusan pada Sidang Paripurna DPR Pengesahan UU Pilkada Tidak Langsung.

    Continue reading

    Lokakarya Pembangunan Pariwisata Nias: MoU Kerjasama Bupati/Walikota se Kepulauan Nias dan Nota Kesepakatan Kementerian dan Bupati/Walikota Ditanda-tangani

    Gunung Sitoli-Nias – Dalam Lokakarya Pembangunan Pariwisata Nias, yang dilaksanakan pada tanggal 17-18 Juni 2014, ditanda-tangani dua dokumen, yaitu Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Lima Kepala Daerah se Kepulauan Nias tentang Kerjasama Antar Daerah Pembangunan Pariwisata Nias sebagai prioritas pembangunan daerah; dan Nota Kesepakatan antara Tiga Kementerian dan Lima Kepala Daerah Kepulauan Nias tentang Dukungan dan Fasilitasi terhadap Nota Kesepahaman antar Kepala Daerah se Kepulauan Nias. Tiga Kementerian yang menandatangani Nota Kesepakatan tersebut adalah Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan. Ketiga pejabat kementerian ini hadir dan sekaligus menjadi narasumber nasional dalam lokakarya tersebut.

    Briefing Final Draft Nota Kesepahaman dan Nota Kesepakatan dalam Rapat SC bersama Bupati/Walikota dan Staf Kemenparekraf

    Briefing Final Draft Nota Kesepahaman dan Nota Kesepakatan dalam Rapat SC bersama Bupati/Walikota dan Staf Kemenparekraf

    Continue reading

    Tiga Event Bulan September Berlangsung Sukses

    Solo – Pada bulan September yang lalu, tiga event besar yang dikoordinasikan penulis sebagai Ketua Panitia Pengarah (SC-steering committee) berlangsung sukses. Masing-masing dari ketiga event tersebut berlangsung hampir setiap minggu pada bulan tersebut. Butuh pengorganisasian sumber daya yang efisien, kerjasama tim yang solid dan jejaring yang kuat.

    1. Sarasehan Pariwisata dan Atraksi Budaya Nias

    Group Tari Yaahowu

    Kelompok Tari Yaahowu Sebelum Beraksi

    Event ini adalah upaya dan fasilitasi yang dikoordinasikan Masyarakat Jateng-DIY, yaitu Ikatan Keluarga Nias (IKN) Yogyakarta, Ikatan Keluarga Ono Niha (IKAONI) Salatiga, Orudua Nono Niha Surakarta (ONIS) Surakarta dan Permufakatan Masyarakat Ono Niha (FAMONI) Semarang serta komunitas Nias di berbagai kota di Jawa Tengah, untuk mengkaji peluang dan tantangan Sektor Pariwisata menjadi lokomotif pembangunan di Kepulauan Nias. Hingga saat ini, belum dirumuskan sektor unggulan sebagai lokomotif pembangunan selama ini di Kepulauan Nias, potensi obyek wisata sebagai daya tarik wisatawan berkunjung sangat beragam dan popular, baik lokal, nasional dan internasional, dan sektor pariwisata berhasil menjadi urutan ketiga penghasil devisa negara secara nasional, selain minyak dan gas bumi, dan kelapa sawit.

    Continue reading

    %d bloggers like this: