Archive for the ‘ Nias ’ Category

Periode Plt Nias Barat Berakhir

Jakarta – Periode Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nias Barat akan berakhir tanggal 26 Mei mendatang. Sesuai mandat, penunjukkan Plt berlaku untuk 1 tahun dan dapat diperpanjang 1 tahun lagi, sebelum didapatkan Bupati definitf, hasil Pilkada, sebagaimana diamanatkan UU.

Sebagaimana diketahui, pada waktu pemekaran diundangkan. Kepemimpinan daerah diangkat atau ditunjuk oleh Mendagri atas usulan Gubernur. Pemimpin itu disebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati. Tiga tugas Plt, yaitu mempersiapkan infra-struktur pemerintah kabupaten (struktur dan personil), fungsionalisasi DPRD, dan mempersiapkan Pilkada. Untuk tugas yang terakhir, dimaksudkan untuk mendapatkan Bupati definitif, legitimate dan dipilih masyarakat (perwujudan demokrasi dari masyarakat).

Continue reading

Segmentasi Masyarakat Nias Barat Dalam Pilkada ?

Jakarta – Pemerintah Daerah dan masyarakat Nias Barat sedang mempersiapkan Pilkada, memilih bupati (dan wakil bupati) definitif. Nias Barat merupakan daerah otonomi “baru”, dari pemekaran Kabupaten Nias.

Continue reading

Blunder: Pengumuman CPNS Nias Barat

Jakarta – Pengumuman seleksi CPNS Kabupaten Nias Barat mengalami persoalan. Pada waktu pengumuman, ditemukan nomor dan nama peserta seleksi tidak sama. Jumlahnya relatif banyak sekitar 116 orang dari 421 orang yang diterima. Memang sebagian besar, nama dan nomor bersesuaian, tetapi yang 116 orang menimbulkan keresahan.

Memang ada pengumuman lanjutan dari Bupati Nias Barat, yang merujuk pada surat Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), yang ditunjuk oleh Pemda Nias Barat untuk menyelenggarakan ujian dan seleksi CPNS itu, bahwa yang benar sebagai patokan adalah nama peserta. Berarti masih ada 58 orang lagi, yang sebenarnya berhak juga karena sudah diumumkan, walau hanya nomor ujian tes seleksi.

Continue reading

MENTALITAS MASYARAKAT NIAS TIDAK KONDUSIF ?

Dalam beberapa diskusi dengan kawan-kawan kelompok (komunitas) Nias, disebutkan bahwa masyarakat Nias belum kondusif, supportive dan responsif terhadap pembangunan. Beberapa indikasi disebutkan, antara lain tidak berbagi sumber daya, misalkan iuran atau tenaga tanpa bayar bila ada kegiatan pembangunan di desa (wujud swadaya); atau cenderung merusak, bila tidak mendapatkan “bagian” dari kegiatan demikian.

Secara sederhana subyek pembangunan dalam pengalaman sehari-hari adalah pemerintah dan masyarakat. Dalam masyarakat didapatkan pelaku lain, seperi NGO (non governmental organization) dan swasta (pedagang), dan komunitas atau kelompok. Para subyek ini memiliki mekanisme dan standar sendiri. Yang lebih banyak diungkapkan dalam diskusi ini adalah masyarakat dalam kategori komunitas atau kelompok.

Continue reading

MODEL JUAL-BELI TANAH DI PANTAI SIROMBU

Jakarta – Pemekaran Kabupaten Nias Barat dan pelantikan Bupati yang memimpin dan mengepalai kabupaten ini, telah mendorong pembangunan dan penataan di berbagai sektor. Salah satu sektor itu adalah perekonomian dan pariwisata.

Pantai Sirombu di sore hari

Salah satu pendukung kemajuan suatu daerah adalah pelabuhan, dan kelihatannya Pemda dan masyarakat menyadari hal itu. Secara historis pelabuhan Sirombu merupakan salah satu dari 5 (lima) pelabuhan di Pulau Nias yang menggerakaan perekonomian di daerah ini. Pelabuhan lain adalah Gunung sitoli (Nias Induk), Teluk Dalam (Nias Selatan), Lahewa (Nias Utara) dan Pulau Telo (Nias Selatan). Pelabuhan ini melayani pelayaran langsung dan bongkar muat dari Sibolga (Sumatera) – Nias. Kebutuhan, barang dan material dibawa langsung dari Sibolga dan komoditi (mentah), seperti karet, kopra, cengkeh, dan lain-lain diangkut ke Sibolga melalui pelabuhan ini. Akan tetapi pada tahun 80-an ketika infrastruktur jalan yang semakin baik antara Sirombu-Gunung Sitoli, kebakaran Pasar Sirombu dan bencana alam, menyebabkan pelabuhan ini tidak berfungsi sebagaimana yang disebutkan diatas.  Kebutuhan masyarakat dan pengiriman komoditi, praktis dilaksanakan di Gunung Sitoli. Pelabuhan Sirombu hanya melayani pelayaran ke Kepulauan Hinako, dan sebagian lagi para pelancong (tourist) ke Pulau Asu serta para nelayan penangkap ikan.

Continue reading

Design a site like this with WordPress.com
Get started