Donasi Jamsostek Untuk Pertemuan Raya Senior: Resmi

Solo – Kompas.com memberitakan pada tanggal 31 Mei 2012 memuat pengamatan Pemantau BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) atau BPJS Watch dalam siaran pers, yang antara lain menyebutkan Jamsostek menyumbang kegiatan publik yang tidak ada kaitan langsung dengan tujuan peningkatan kesejahteraan peserta Program Jamsostek. Salah satu lembaga yang mendapatkan donasi itu adalah Perkumpulan Senior GMKI.

Berita ini tentunya mendapat reaksi publik dan komunitas Senior GMKI. Melalui jejaring sosial dan juga smart handphone (Blackberry), isu ini ramai didiskusikan. Tidak sedikit yang tidak-mempermasalahkan, walau ada juga yang mempersoalkan. Bila tidak dikelola dengan baik, berita ini, termasuk dari Perkumpulan Senior GMKI, bisa bergerak kemana-mana, bahkan bisa mengurangi laju konsolidasi Senior yang sedang digalakkan setelah Deklarasi dan Pertemuan Raya beberapa waktu lalu.

Continue reading

Semua Serba Kebetulan: Lembaga Senior

Solo – Upaya pelembagaan Forum Senior GMKI bergulir begitu cepat, diawali pada pertemuan atau lebih tepat reuni senior “muda”, karena sebagian besar dihadiri senior umur 40-an ke bawah di Jatiwaringin pada tahun 2010. Konon menurut cerita, beberapa Kongres secara intens membahas pelembagaan itu, bahkan juga telah dibentuk Panitia atau Tim untuk mengakselarasi dan merancang lembaga itu. Akan tetapi pertemuan di Jatiwaringin tidak dimaksudkan sebagai bagian dari pembahasan intens itu, walau mungkin hasil aihirnya sama. Pertemuan Jatiwaringin diorganisasikan dan berlangsung sangat informal, tidak ada panitia, tidak ada draft paper bahasan, masing-masing mengambil bagian dan inisiatif. Ada yang membawa makanan, minuman, dan buah-buahan atau menyumbang apa saja.

Saya hadir pada reuni itu. Setelah puluhan tahun tidak bertemu dengan kawan-kawan mantan pengurus dan aktivis periode 80-an di GMKI, bahkan juga dari Yogyakarta, reuni ini memberi nuansa baru dan penyegaran dari kesibukan pekerjaan rutin dan kesumpekan Jakarta dengan segala permasalahannya. Sejak tahun 2004 saya bekerja di Pelkesi Jakarta karena penugasan dari Yakkum (sharing of resources). Sebagian dari aktivis itu era 80-an itu bekerja dan tinggal di sekitar Jakarta (Jabodetabek) juga. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk berkangen ria, cerita masa-masa aktif di GMKI. Tidak berpikir atau merancang hal-hal yang mungkin bisa dikerjakan ke depan. Karena itu saya juga mengambil inisiatif menginformasikan pertemuan itu kepada kawan-kawan yang dulu bersama aktif di GMKI dari Wilayah Jateng-DIY, tetapi sekarang tinggal di Jabodetabek. Beberapa diantaranya Pupung, Lina Sitompul (dahulu dari Cabang Purwokerto), Edwin, Joko, dkk (dari Cabang Yogyakarta). Teman-teman ini sering kontak melalui telepon ataupun SMS, tetapi untuk “jumpa-darat” sangat susah pada hari-hari biasa karena jarak dan waktu yang tidak bersesuaian dengan kesibukan kerja dan aktivitas keluarga. Hanya melalui kegiatan seperti ini, keinginan ini dapat terpenuhi.

Continue reading

Jalan Hidup Tidak Ada Yang Mampu Prediksi

Solo – Jalan dan sejarah hidup seseorang dan juga lembaga atau lembaga mampu diprediksi dengan baik. Banyak kejadian di sekeliling kita, sepertinya terjadi secara tiba-tiba. Keputusan menyikapi kejadian tersebut, menentukan arah perjalanan hidup. Robohnya Tembok Berlin, runtuhnya Sovyet Uni, runtuhnya regim Orde baru dibawah kepemimpinan Soeharto, dan lain-lain telah merubah sejarah dunia. Akan tetapi kejadian yang membawa kepada perubahan itu tidak ada yang dapat memprediksi dengan tepat. Diketahui bahwa sebelum kejadian tersebut, para regim ini begitu kokoh, dan sudah mengakar puluhan tahun. Tidak ada yang bisa membayangkan bahwa ke-kokoh-an itu bubar begitu cepat.

Demikian juga dalam kehidupan individu dan keluarga. Naiknya Soeharto ke tampuk kepemimpinan nasional, yang ditandai sebagai era Orde Baru, hanya karena “lembaran Supersemar”. Semuanya menjadi berubah. Soeharto bukanlah satu-satunya pemegang kunci TNI AD pada waktu itu. Disitu ada Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Haris Nasution. Soeharto hanya berpangkat bintang tiga, tetapi kepadanya diberikan mandat melalui “lembaran” itu. Kejadian Supersemar ini, membawa perubahan kepada jalan hidup Soeharto dan bangsa Indonesia. Demikian juga dalam diri Soekarno, yang semua mengetahui begitu “berkuasa” pada saat itu, tetapi kejadian itu merubah segalanya. Regim Soekarno pun jatuh.

Continue reading

Reuni Senior Yogya di Lumire Hotel

Solo – Sore ini akan diselenggarakan Reuni Senior Yogya. Kegiatan ini diorganisasikan Witarsa Tambunan dan Detty. Reuni ini digandengkan bersama alumni Asrama Puteri Kristen (APK). Pada masa atau periode mereka “sinergi” Wisma Imanuel sebagai Student Centre dan APK cukup baik. Rekrutmen anggota GMKI pada waktu MAPER adalah dari APK, bahkan sebagian besar penghuni APK adalah anggota GMKI pada saat itu.

Continue reading

Akhir dan Awal Tantangan Baru

Solo – Satu per satu tugas yang diemban selama berada di Jakarta berakhir. Dimulai pada tahun 2010, di JK LPK (Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen). Lembaga ini merupakan LSM Kristen yang bekerja dan melayani di “akar rumput”, yang tersebar di seluruh tanah air. Jumlah LPK yang berhimpun dalam Jejaring ini sebanyak 400. Setiap 3 tahun dilaksanakan Konsultasi Nasional (Konas). Pada acara itu antara lain dilaksanakan perubahan dan pergantian Kelompok Kerja (Pokja). Ini term yang digunakan kepada person yang memimpin JK LPK. Pada tahun 2007 di Konas Ambon, saya dipercaya sebagai salah satu dari Pokja, sebagai Ketua. Saya mengakhiri tugas tersebut pada tahun 2010 dalam Konas di TMII Jakarta.

Pada akhir 2011, saya mempersiapkan penyelesaian tugas di Pelkesi (Persekutuan Pelayanan Kristen Untuk Kesehatan di Indonesia). Baru selesai sejalan dengan berakhirnya penugasan dari Yakkum (Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum) yang berpusat di Solo pada akhir Maret. Pelkesi antara lain memfasilitasi 75 rumah sakit Kristen di seluruh tanah air. Yakkum menugaskan saya di Pelkesi selama 8 tahun sebagai Direktur Eksekutif, yang memiliki wewenang memimpin dan mewakili Board sehari-hari. Penugasan ini adalah bentuk aksi dari prinsip dan nilai organisasi Pelkesi “sharing of resources”. Yakkum berbagi resources, antara lain penugasan saya di Pelkesi. Saya mengakhiri tugas di Pelkesi pada tanggal 31 Maret 2012.

Continue reading

Design a site like this with WordPress.com
Get started