Donasi Jamsostek Untuk Pertemuan Raya Senior: Resmi

Solo – Kompas.com memberitakan pada tanggal 31 Mei 2012 memuat pengamatan Pemantau BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) atau BPJS Watch dalam siaran pers, yang antara lain menyebutkan Jamsostek menyumbang kegiatan publik yang tidak ada kaitan langsung dengan tujuan peningkatan kesejahteraan peserta Program Jamsostek. Salah satu lembaga yang mendapatkan donasi itu adalah Perkumpulan Senior GMKI.

Berita ini tentunya mendapat reaksi publik dan komunitas Senior GMKI. Melalui jejaring sosial dan juga smart handphone (Blackberry), isu ini ramai didiskusikan. Tidak sedikit yang tidak-mempermasalahkan, walau ada juga yang mempersoalkan. Bila tidak dikelola dengan baik, berita ini, termasuk dari Perkumpulan Senior GMKI, bisa bergerak kemana-mana, bahkan bisa mengurangi laju konsolidasi Senior yang sedang digalakkan setelah Deklarasi dan Pertemuan Raya beberapa waktu lalu.

Untuk menjalankan organisasi membutuhkan dana, tidak kecuali Perkumpulan Senior GMKI. Pengurus Nasional yang dibentuk pada Deklarasi di Makassar mencari dana dan mengelola dana secara elegant, akuntabel dan transparan. Sebab Perkumpulan harus berupaya membangun citra dan kepercayaan dengan berbagai pihak, baik internal dengan Senior GMKI (pangurus dan anggota) maupun eksternal (lembaga atau individu; pemerintah dan swasta) pada tahap awal konsolidasi senior itu. Ini tahapan yang sangat krusial. Bila kepercayaan ini hilang, maka upaya konsolidasi akan mengalmi gangguan berarti. Untuk membangun itu melalui upaya penggalangan dana, Perkumpulan menyusun SOP, yaitu kegiatan yang membutuhkan dana diajukan secara resmi (disertai proposal) dan setelah selesai kegiatan, dilaporkan. Semua transaksi kebutuhan dan pencairan dana dilaksanakan melalui rekening (bank to bank).

Sasaran utama penggalangan dana ini adalah melalui iuran anggota sebesar Rp 100ribu setahun dan donasi melalui Senior. Terakhir yang sedang dipersiapakan secara adminsitratif adalah lembaga Trust Fund, yaitu Yayasan Dua Roti Lima Ikan, yang didirikan bersama dengan PP GMKI. Dengan lembaga ini diharapkan bisa menjamin kebutuhan operasional sekretariat baik itu dengan PP GMKI maupun Perkumpulan Senior GMKI. Walaupun demikian, tidak jarang untuk memenuhi kebutuhan dan konsisten menjalankan strategi penggalangan yang elegant, transparan dan akuntabel, Pengurus Nasional mengeluarkan “kocek” sendiri.

Pengurus Nasional juga mengembangkan penggalangan dana kepada pihak eksternal. Salah satunya adalah dengan Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Pertimbangannya, lembaga ini memiliki tanggung jawab mengelola jaminan sosial tenaga kerja, yang antara lain melalui kampanye atau promosi keselamatan kerja. Ini adalah manajemen risiko tenaga kerja. Sebagian besar Senior adalah tenaga kerja, disamping PNS dan TNI. Untuk PNS pengelola jaminan sosial adalah PT Askes, sedangkan TNI adalah ASABRI. Dalam rangka itu, bertepatan dengan kegiatan Perkumpulan Senior GMKI, upaya kampanye dan promosi keselamatan kerja dilaksanakan. Pengurus Nasional mengajukan permohonan kerjasama dan bantuan dana untuk kegiatan tersebut. Manajemen Jamsostek pasti memperhitungkan benefit yang diperoleh bila kerjasama dan permohonan ini dipenuhi. Akses informasi tentang kegiatan ini adalah Rekson Silaban, mantan Komisaris Jamsostek, yang juga adalah Ketua Umum Perkumpulan Senior GMKI.

Kasus yang sama juga demikian dengan peminjaman LCD (in focus yang diperlukan pada presentasi selama Pertemuan Raya. Saya yang mantan Direktur Eksekutif Pelkesi, mengetahui bila ada LCD yang bisa dipinjam. Saya meminta panitia mengirimkan surat ke Pelkesi untuk peminjaman itu. Surat yang sama juga dikirimkan kepada YAKOMA PGI. Permohonan ini direspon dengan baik dan disetujui. Tentunya pertanyaan adalah apa hubungan Perkumpulan dengan Pelkesi dan YAKOMA PGI, sehingga kerjasama (atau bantuan) bisa didapatkan. Iya, kedua lembaga ini punya hubungan, khususnya dengan keberadaan senior. Pelkesi adalah asosiasi RS Kristen di Indonesia, dimana sebagian besar tenaga kesehatan profesional (dokter) adalah senior GMKI, bahkan juga pengurus dan pengawas. Kontribusi GMKI terhadap lembaga ini sangat besar, khususnya melalui para senior profesi dokter. Demikian juga dengan YAKOMA PGI. Lembaga ini adalah lembaga gereja yang didirikan PGI, yang secara bersama memiliki tugas dan tanggung jawab oikumene dan kebangsaan di Indonesia. Kalau YAKOM PGI membantu meminjamkan LCD, adalah di dalam rangka hubungan kemitraan demikian.

Apa yang terjadi dengan hubungan dan kerjasama kelembagaan antara Perkumpulan Senior GMKI dengan Jamsostek, Pelkesi atau YAKOMA PGI berada dalam konteks kemitraan demikian, karena memiliki dasar yang terkait satu dengan yang lain. Kehadiran para senior di lembaga tersebut adalah moderasi atau katalisator proses, tetapi bukan pihak yang menentukan keberhasilan permohonan.mKemandirian masing-masing lembaga memutuskan ya atau tidak, tergantung kepada SOP. Kejelian melihat peluang melalui jejaring sangat penting di dalam mengembangkan program dan kelembagaan Perkumpulan ini ke depan adalah sangat penting. ***

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: