Archive for June, 2012

Another Side of Friendship: Breakfast at Warung Timlo Sastro, Pasar Gede Solo

Solo – Sarapan pagi di RM Timlo Sastro, Pasar Gede Solo. Sisi lain dari persahabatan. Gambar tampak: Nefos, Arni, Henny dan Rendy Van Dachi (kiri ke kanan) ***

Profesionalitas, Integritas dan Jejaring

Solo – Dua peristiwa yang perlu dicermati dalam bulan Juni di Indonesia, yaitu dipilih Dr. Nafsiah Mboik sebagai Menteri Kesehatan dan Rahmat Waluyanto sebagai salah satu Komisaris OJK.

Kedua tokoh ini diketahui memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalitas yang mumpuni. Pertimbangan itu ditambah dengan jejaring yang kuat nampaknya memberikan pengaruh dipercaya mendapatkan posisi itu.

Continue reading

Persahabatan: Masa Depan Bersama

Solo – Selama dua hari–kemarin dan hari ini (Senin dan Selasa)–saya menemani 4 orang aktivis GMKI, yang sedang bersama liburan di Kota Solo.

Sebagaimana umumnya “back-packers”, teman aktivis, yaitu Renhard, Henny, Rendy dan Arnis membawa perlengkapan travelling secara ringkas dan efisien: rangsel, mobile phone, camera, dan perlengkapan. Semua dimuat dalam rangsel yang mobile.

Continue reading

Merancang Harus Konseptual: Deduktif dan Induktif

Jakarta – Dua kerangka atau model berpikir di dalam merancang suatu event–apalagi event yang menghasilkan kebijakan atau keputusan strategis–yaitu deduksi dan induksi. Di dalam model deduktif, hal-hal yang umum (konseptual) di breakdown atau di elaborasi ke hal-hal yang spesifik. Sedangkan model induksi adalah sebaliknya. Model kerangka berpikir itu penting agar percakapan dan diskusi lebih terarah, efektif dan efisien.

Di dalam berpikir secara deduktif, disain event dimulai dari tema dan sub tema event, baru dielaborasi ke dalam bentuk kegiatan, sarana pendukung, sumber daya yang diperlukan dan peserta yang terlibat. Tanpa pemikiran demikian, event bergerak tanpa arah, dan kelihatan parsial. Keutuhan pemikiran terhadap event tersebut kelihatan dalam tema dan sub tema tersebut.

Continue reading

Semarak Solo Car Free Day

Solo – Pagi jam 07.00 berangkat dari Pasar Kleco, Kartasura, Sukoharjo, menuju Jl. Slamet Riyadi, jalan yang diperuntukan untuk Car Free Day (CFD) di Kota Solo. Setiba di Purwosari, polisi telah berjaga dan papan penunjuk arah, tertulis dilarang lurus, belok ke kanan, ditambah tulisan CFD.

Sepanjang jalan dari Slamet Riyadi sampai ke Gladak, belok kiri ke Balai Kota, kendaraan bermotor dilarang lewat. Jalan sepanjang 7 km, hanya boleh dilewati pejalan kaki dan sepeda. Setiap hari minggu sejak beberapa tahun, warga Solo, dan mungkin dari kabupaten terdekat, juga mengambil bagian dalam semarak ini. Continue reading

Design a site like this with WordPress.com
Get started