Archive for the ‘ Personal ’ Category

Tiga Event Bulan September Berlangsung Sukses

Solo – Pada bulan September yang lalu, tiga event besar yang dikoordinasikan penulis sebagai Ketua Panitia Pengarah (SC-steering committee) berlangsung sukses. Masing-masing dari ketiga event tersebut berlangsung hampir setiap minggu pada bulan tersebut. Butuh pengorganisasian sumber daya yang efisien, kerjasama tim yang solid dan jejaring yang kuat.

1. Sarasehan Pariwisata dan Atraksi Budaya Nias

Group Tari Yaahowu

Kelompok Tari Yaahowu Sebelum Beraksi

Event ini adalah upaya dan fasilitasi yang dikoordinasikan Masyarakat Jateng-DIY, yaitu Ikatan Keluarga Nias (IKN) Yogyakarta, Ikatan Keluarga Ono Niha (IKAONI) Salatiga, Orudua Nono Niha Surakarta (ONIS) Surakarta dan Permufakatan Masyarakat Ono Niha (FAMONI) Semarang serta komunitas Nias di berbagai kota di Jawa Tengah, untuk mengkaji peluang dan tantangan Sektor Pariwisata menjadi lokomotif pembangunan di Kepulauan Nias. Hingga saat ini, belum dirumuskan sektor unggulan sebagai lokomotif pembangunan selama ini di Kepulauan Nias, potensi obyek wisata sebagai daya tarik wisatawan berkunjung sangat beragam dan popular, baik lokal, nasional dan internasional, dan sektor pariwisata berhasil menjadi urutan ketiga penghasil devisa negara secara nasional, selain minyak dan gas bumi, dan kelapa sawit.

Continue reading

Workshop on CSO for Development Effectiveness

Solo – Pada tanggal 24-26 Januari 2013 diselenggarakan Workshop on CSO for Development Effectiveness. Dalam workshop ini dibahas pengembangan efektivitas (dampak) pendampingan kepada masyarakat.

Program pemberdayaan masyarakat, tidak hanya dilaksanakan saja, tetapi juga harus diorientasikan kepada dampak dari pemberdayaan itu. Dengan demikian harapan transformasi di dalam masyarakat dapat terwujud.

Wokrshop ini dihadiri aktivis dari negara-negara Asia Pasifik. Bertindak sebagai host acara ini adalah Yakkum, dan dilaksanakan di Jakarta. (***)

Semarak Solo Car Free Day

Solo – Pagi jam 07.00 berangkat dari Pasar Kleco, Kartasura, Sukoharjo, menuju Jl. Slamet Riyadi, jalan yang diperuntukan untuk Car Free Day (CFD) di Kota Solo. Setiba di Purwosari, polisi telah berjaga dan papan penunjuk arah, tertulis dilarang lurus, belok ke kanan, ditambah tulisan CFD.

Sepanjang jalan dari Slamet Riyadi sampai ke Gladak, belok kiri ke Balai Kota, kendaraan bermotor dilarang lewat. Jalan sepanjang 7 km, hanya boleh dilewati pejalan kaki dan sepeda. Setiap hari minggu sejak beberapa tahun, warga Solo, dan mungkin dari kabupaten terdekat, juga mengambil bagian dalam semarak ini. Continue reading

Jalan Hidup Tidak Ada Yang Mampu Prediksi

Solo – Jalan dan sejarah hidup seseorang dan juga lembaga atau lembaga mampu diprediksi dengan baik. Banyak kejadian di sekeliling kita, sepertinya terjadi secara tiba-tiba. Keputusan menyikapi kejadian tersebut, menentukan arah perjalanan hidup. Robohnya Tembok Berlin, runtuhnya Sovyet Uni, runtuhnya regim Orde baru dibawah kepemimpinan Soeharto, dan lain-lain telah merubah sejarah dunia. Akan tetapi kejadian yang membawa kepada perubahan itu tidak ada yang dapat memprediksi dengan tepat. Diketahui bahwa sebelum kejadian tersebut, para regim ini begitu kokoh, dan sudah mengakar puluhan tahun. Tidak ada yang bisa membayangkan bahwa ke-kokoh-an itu bubar begitu cepat.

Demikian juga dalam kehidupan individu dan keluarga. Naiknya Soeharto ke tampuk kepemimpinan nasional, yang ditandai sebagai era Orde Baru, hanya karena “lembaran Supersemar”. Semuanya menjadi berubah. Soeharto bukanlah satu-satunya pemegang kunci TNI AD pada waktu itu. Disitu ada Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Haris Nasution. Soeharto hanya berpangkat bintang tiga, tetapi kepadanya diberikan mandat melalui “lembaran” itu. Kejadian Supersemar ini, membawa perubahan kepada jalan hidup Soeharto dan bangsa Indonesia. Demikian juga dalam diri Soekarno, yang semua mengetahui begitu “berkuasa” pada saat itu, tetapi kejadian itu merubah segalanya. Regim Soekarno pun jatuh.

Continue reading

Akhir dan Awal Tantangan Baru

Solo – Satu per satu tugas yang diemban selama berada di Jakarta berakhir. Dimulai pada tahun 2010, di JK LPK (Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen). Lembaga ini merupakan LSM Kristen yang bekerja dan melayani di “akar rumput”, yang tersebar di seluruh tanah air. Jumlah LPK yang berhimpun dalam Jejaring ini sebanyak 400. Setiap 3 tahun dilaksanakan Konsultasi Nasional (Konas). Pada acara itu antara lain dilaksanakan perubahan dan pergantian Kelompok Kerja (Pokja). Ini term yang digunakan kepada person yang memimpin JK LPK. Pada tahun 2007 di Konas Ambon, saya dipercaya sebagai salah satu dari Pokja, sebagai Ketua. Saya mengakhiri tugas tersebut pada tahun 2010 dalam Konas di TMII Jakarta.

Pada akhir 2011, saya mempersiapkan penyelesaian tugas di Pelkesi (Persekutuan Pelayanan Kristen Untuk Kesehatan di Indonesia). Baru selesai sejalan dengan berakhirnya penugasan dari Yakkum (Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum) yang berpusat di Solo pada akhir Maret. Pelkesi antara lain memfasilitasi 75 rumah sakit Kristen di seluruh tanah air. Yakkum menugaskan saya di Pelkesi selama 8 tahun sebagai Direktur Eksekutif, yang memiliki wewenang memimpin dan mewakili Board sehari-hari. Penugasan ini adalah bentuk aksi dari prinsip dan nilai organisasi Pelkesi “sharing of resources”. Yakkum berbagi resources, antara lain penugasan saya di Pelkesi. Saya mengakhiri tugas di Pelkesi pada tanggal 31 Maret 2012.

Continue reading

Design a site like this with WordPress.com
Get started