Archive for March, 2011

Indonesia merupakan Negara Ranking ke-5 Penemuan Kasus Baru TBC, setelah India, China, South Africa dan Nigeria

Jakarta – Tantangan penyakit TBC Indonesia sangat berat. Walau kecenderungan penurunan jumlah kasus baru dan kesembuhan, tetapi banyak ditemukan resistensi terhadap obat yang diberikan.

Kesadaran masyarakat tentang kehidupan yang sehat dan bersih, tetapi juga informasi yang tepat tentang pengobatan gratis penyakit dengan DOTS, sangat mempengaruhi keterlambatan penyembuhan penyakit ini.

Indonesia merupakan urutan ke-5 dari dunia penemuan kasus TBC baru (data tahun 2009). Bila tidak ada usaha serius, maka penularan kepada jumlah yang lebih besar, kemungkinan bisa terjadi. Karena itu, pengobatan yang dilaksanakan sekarang ini harus diintensifkan. Yang tidak kalah penting adalah disiplin penderita (yang didampingi dengan PMO, pengawas minum obat). Penyakit ini pasti dapat disembuhkan. (***)

Jumpa Teman Atmoko, mantan Kecab Surabaya Setelah Hampir 20 Tahun Berpisah

Teman lama dari SurabataYogyakarta – Di Kantor Pusat UGM Yogyakarta, aku bertemu dengan Atmoko, mantan Ketua GMKI Cabang Surabaya. Kami tidak pernah jumpa setelah periode kepengurusan berakhir. Terakhir kami jumpa ketika Kongres GMKI diselenggarakan di Bandung dan Jayapura.

Continue reading

Exposure Konsultansi Mitra EED di Indonesia yang diselenggarakan di Desa Wiladeg Kabupaten Gunung Kidul

Gunung Kidul – Salah satu agenda dalam Konsultansi Mitra EED di Indonesia adalah exposure ke desa, belajar dan sharing experience tentang Otonomi Desa, Pluralisme, Gender dan Peningkatan Pendapatan di tengah pengaruh Globalisasi.

Continue reading

Suasana Wellcome Opening Konsultasi Mitra EED Jerman-Indonesia di Kaliurang Yogyakarta

Yogyakarta – Untuk ke-4 kali, diselenggarakan Konsultasi antara EED dan Mitra di Indonesia. Konsultasi ini dilaksanakan sekali dalam 2 tahun. Konsultasi pertama dilaksanakan di Bogor (host Pelkesi), kedua di Makassar (host Yayasan Mateppe), ketiga di Brastagi (host Yayasan Ate Keleng), dan keempat di Kaliurang Yogyakarta (host Yayasan Sheep Indonesia. Konsultasi yang sekarang ini berlangsung dari tanggal 13-17 Maret 2011, mengambil Topik Bahasan: Impact Assessment dan Membangun Kemitraan Strategis. Dari EED Jerman dihadiri oleh Knaus, Ulrike, Silva, dan Robert. Mitra di Indonesia yang hadir 15 lembaga (terdiri dari board dan eksekutif). ***

Dermaga Pelabuhan Sirombu Sebaiknya Dipindah Untuk Mengakselarasi Pembangunan Nias Barat

Jakarta – Topik ini merupakan salah satu topik status ku pada jejaring sosial “facebook” beberapa waktu lalu. Perlu saya jelaskan lebih lanjut topik ini ke dalam “blog” karena keterbatasan jumlah huruf status pada jejaring itu, tetapi juga karena topik ini sangat strategis, bila memimpikan kemajuan daerah (kota) Nias Barat, daerah otonomi, pemekaran baru.

Dermaga pelabuhan merupakan sarana bongkar-muat barang dan komoditi dari pulau ke pulau karena biaya murah dan memiliki volume banyak. Pulau Nias adalah pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera. Kebutuhan Nias–dalam jumlah yang besar–didatangkan dari Sumatera melalui Sibolga, melalui pelayaran. Sebaliknya komoditi Nias, seperti kopra, karet, dll, dibawa ke Sumatera melalui jalur yang sama.

Continue reading

Design a site like this with WordPress.com
Get started