Sarasehan 17 Agustus 2012 Komunitas Nias Surakarta (ONIS)

Solo – Memanfaatkan momentum peringatan proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 2012, Komunitas Masyarakat Nias Surakarta yang berhimpun dalam organisasi Orahua Nono Niha Surakarta (disingkat ONIS) menyelenggarakan Sarasehan, dengan tema Tano Niha Banua Somasido.

Sarasehan ini dimaksudkan menggalang solidaritas dan kebersamaan masyarakat Nias yang berada dan tinggal di Surakarta dan sekitarnya melalui momentum peringatan proklamasi kemerdekaan. ONIS didirikan pada tahun 1992. Sebagian besar komunitas ini adalah mahasiswa, dan sebagian lagi adalah keluarga yang bekerja dan tinggal menetap di Surakarta.

Sama seperti organisasi lain, daur hidup organisasi seperti garis-parabola mengalami pasang-surut. Pada periode tertentu, ketika mahasiswa yang menggerakan organisasi selesai, digantikan oleh “generasi baru”, dinamika organisasi yang begitu hidup, juga mengalami penurunan. Kegiatan organisasi digerakkan hal-hal rutin, seperti ibadah kebaktian sekali dalam 2 bulan secara bergiliran di rumah keluarga. Walaupun sebagian besar warga Kristen, kegiatan yang demikian juga mengalami “kejenuhan”, bila dilaksanakan terus-menerus seperti itu. Keadaan ini yang dihadapi masyarakat Nias di Solo. Kegiatan hanya dihadiri orang yang sama setiap waktu. Demikian juga jumlahnya.

Dua pokok bahasan terhadap tema ini, yaitu Sosialisasi Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias dan Curah Pendapat Masyarakat Nias di Surakarta dan Sekitarnya pada waktu mendatang. Untuk sesi pertama bertindak sebagai narasumber adalah penulis sendiri, yang juga adalah salah seorang panitia Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP Kep Nias) Perwakilan Jakarta yang sekaligus pendiri Onis dan sekarang sebagai penasehat Masyarakat Nias di Surakarta. Pada sesi kedua, narasumber adalah Ir Yuliman Ziliwu, MT (dosen Fakultas Teknik Univeristas Tunas Pembangunan Sol) dan Ir. Yasiduhu Ziliwu (Ketua Umum Onis dan penulis sendiri.

Pada sesi pertama, para peserta mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias karena inilah salah satu cara meningkatkan kesejahteraan, kehormatan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia di daerah Pulau Nias. Salah satu dukungan itu adalah bersedia mengumpulkan dana untuk kebutuhan perjuangan itu. Walau pun demikian juga diwanti-wanti agar kesatuan dan kebersamaan masyarakat Nias tetap harus dijaga pada penempatan personil yang akan memimpin Provinsi ke depan. Juga diingatkan agar pejabat itu tetap ingat penderitaan dan perjuangan masyarakat Nias menuju Provinsi. Jangan nantinya hanya mementingkan diri sendiri dan kroninya.

Pada sesi kedua, dikemukakan ide dan gagasan menggairahkan kehidupan masyarakat Nias di Surakarta, seperti variasi kegiatan (artinya tidak hanya kebaktian dan ibadah) karena masyarakat Nias di Surakarta tidak hanya penganut Kristen walau dalam jumlah sedikit. Tetapi kita semua adalah orang Nias, yang konon menurut legenda adalah satu nenek moyang.

Hadir pada Sarasehan ini antara lain Lukas Duha, SH (Wakil Ketua PN Karanganyar), Pdt. Rorogo Zendato (Purwodadi), Margaretha Wau (opsir Bala Keselamatan, Solo). Disamping tokoh masyarakat Nias di Solo antara lain Aro Ziliwu, Herman Harefa, Sarofati Gea, Taholi La’ia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia yang dipimpin oleh Pdt. Ama Pieter Waruwu, S.Th (Ketua Panitia). ***

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: