Sidang Sinode ke-12 Gereja ONKP: Beberapa Catatan

image

Solo – Sidang Sinode ke-12 Gereja ONKP yang dimulai 27 Juni – 1Juli telah berakhir. Pimpinan Pusat ONKP telah dipilih oleh peserta, yaitu Pdt. Fat Gulo (Ephorus), Pdt. Matias Daeli (Sekretaris Jenderal) dan Pdt. Radieli Gulo (Bendahara Pusat). Disamping itu, Sidang juga mempercayakan Pdt. BL. Hia (Ketua MPL – Majelis Pekerja Lengkap), Pdt. Ama Rama Gulo (Ketua BPP) dan Ama Leo Halawa (Ketua BPOKA).

Sidang Sinode ini dihadiri oleh 352 utusan dari seluruh jamaat dari seluruh nusantara, para pendeta, pimpinan pusat dan para undangan. Disamping agenda persidangan sebagaimana diatur dalam Tata Dasar ONKP, juga dihadiri oleh nara sumber (penceramah). Agenda persidangan adalah (i) membahas laporan pertanggung-jawaban Pimpinan Pusat ONKP, (ii) amandemen tata dasar gereja, (iii) menyusun pokok-pokok program, dan (iv) memilih pimpinan pusat. Agenda ini dibahas dalam beberapa Kelompok dan dilengkapi dalam pleno (paripurna).

Beberapa catatan
Dalam persidangan inimemiliki pernak-pernik sebagai catatan. Sebagian besar peserta belum memahami tugas Sidang Sinode. Pemahaman yang umumnya berkembang, bahwa Sidang Sinode adalah memilih Pimpinan Pusat. Pemahaman itu tidak keliru, tetapi belum lengkap. Karena tugas lain yang juga penting dan strategis, khususnya program. Catatan lain, sebagian peserta kurang disiplin terhadap jadwal acara yang sudah dipersiapkan dan diputuskan. Pembahasan pada setiap sesi menjadi bertele-tele.

Tidak masalah menyita waktu bila yang direspon adalah hal yang penting dan strategis. Sebaliknya yang terjadi adalah pembahasan hal – hal teknis. Pemilihan Majelis Ketua yang memimpin Persidangan Sinode, Pembahasan tata tertib dan jadwal acara menyita waktu hampir seharian, yang mestinya diagendakan hanya 3 jam. Konsumsi waktu yang demikian akan mempengaruhi penggunaan waktu sesi lain. Karena itu, tidak juga mengherankan bila pembahasan perubahan Tata dasar memakan waktu hampir 15 jam. Sementara daya tahan seseorang dalam situasi normal hanya sekitar 10 jam. Kualitas keputusan juga terpengaruh dengan waktu yang lama.

Disamping pemahaman terhadap tugas Sinode dan penguasaan teknis persidangan, tetapi penting juga dicatat penyiapan bahan dan kesiapan panitia. Hal yang terakhir ini agak kurang dalam sidang kali ini. Bila materi persidangan telah selesai dan dikirim kepada peserta, pasti proses persidangan akan efektif dan lancar. Hal yang telah menjadi kebiasaan artinya digunakan pada Sinode sebelumnya walau belum diangkat menjadi keputusan Sinode dapat dijadikan “kanon” atau fatsun bagi organisasi ONKP.

Karena itu khusus pemilihan Majelis Ketua, disarankan penulis agar dijadikan satu keputusan Di luar tata tertib. Dengan itu pada sinode berikutnya keputusan inilah yang digunakan, tidak perlu diperdebatkan sehingga tidak menyita banyak waktu. Betapapun demikian, Sidang Sinode telah berlangsung dengan baik secara demokratis dan dalam semangat persekutuan. Ini adalah modal yang kuat di dalam membangun dan mengembangkan ONKP ke depan.

Sebagai orang percaya, semua ini boleh berlangsung karena pertolongan Tuhan karena Tuhan Baik Kepada Semua Orang. Viva ONKP. ***

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: