Menjajal Moda Transportasi Jakarta

Jakarta – Harian Kompas hari ini (8/4/2012) memuat dan mengulas berita “Kelas Menengah: Mengejar Kereta” dan halaman 13 heading Kehidupan “Bersiasat Menembus Belantara Jakarta”. Berita ini menceritakan pengalaman masyarakat menggunakan moda transportasi di Jakarta sebagai alternatif transportasi berpergian yang efisien dan efektif terhadap kemacetan. Sebagian pengguna ini adalah kelas menengah (manager dan eksekutif) yang bekerja di Jakarta, tetapi tinggal di daerah “pinggiran” pemukiman baru, di luar Jakarta. Para pengguna ini tidak ingin menghabiskan waktu di jalan dan tekanan–seperti berebutan jalan dengan kendaraan lain, keserempet dengan kendaraan lain, dll.–selama dalam perjalanan karena kemacetan tetapi pada waktu bersamaan tetap melaksanakan kegiatan di kantor.

Itu yang juga saya jelajahi. Sekitar semingguan pengalaman mengasyikan ini saya alami. Dulu dua tahun yang lalu pernah mencoba Transjakarta dari Pulo Gadung – Salemba, tetapi baru sekarang mengalami pengalaman mengasyikan ini.

Pengalaman dalam minggu ini, saya berangkat dari Pancoran menuju Plaza Seminggu mereparasi gadget Dopod, tetapi rupanya Service Centre yang biasa saya kunjungi sudah tutup. Saya disarankan pergi ke ITC Roxy, service untuk gadget ini dipusatkan disitu. Dengan TransJakarta, yang juga dikenal dengan Busway, saya menuju kesitu. Dengan jalan kaki menuju Halte depan Atmajaya, turun Harmoni Gajah Mada, ganti Bus menuju ke Roxy. Dengan biaya Rp 3.500., tiba disana. Setelah urusan selesai, saya kembali ke Pancoran dengan Busway mengikuti jalur yang sama. Di perempatan Grogol, saya berpindah jalur, naik di Halte lain depan Trisakti mengikuti jalur Pluit – Kampung Rambutan. Sungguh menyenangkan dan nyaman karena ada udara pendingin (AC).

Walau begitu, saya juga merasakan suasana yang tidak menyenangkan ketika tidak mendapat kursi (tempat duduk); penumpang penuh sesak. Kalau keadaan begini, AC tidak terasa. Ini terjadi pada jam-jam sibuk, seperti jam orang pergi atau pulang ke kantor, atau jam makan siang (istirahat).

Pengalaman lain ketika menemui teman di Pasar Festival, Jl. Rasuna Said, Kuningan. Saya berangkat dari Halte UKI Cawang mengambil jalur Busway menuju Pluit. Saya tidak tahu halte pemberhentian di Jl. Rasuna Said. Mestinya turun di Halte Kuningan Barat, tetapi saya turun di Halte sebelumnya. Kalau jalan kaki masih jauh dan itu bertepatan di siang hari, yaitu jam padat kendaraan, pasti tidak nyaman menuju kesitu. Karena itu, Saya memutuskan naik taxi menuju Pasar Festival.

Bila memilih Busway ini sebagai sarana transportasi, maka harus direncanakan betul, yaitu memilih jalur yang dilewati ke tempat tujuan, turun di halte mans. Pastikan juga transportasi lanjutan ke tempat tujuan, seperti busway atau feeder, bus umum, ataupun taxi. Tanya kepada teman atau petugas tiket di setiap halte. Sayang memang, tulisan petunjuk pada setiap Halte tidak ada. Kita terpaksa hanya mengandalkan pengumuman dari petugas, yang kadang tidak kedengaran karena terlalu berisik. Terhadap kondisi demikian, pastikan dan sering bertanya kepada kondektur, halte yang akan dimasuki.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah kriminalitas di dalam bus. Pencopetan dan pencurian bukan lagi rahasia umum dalam angkutan di Jakarta. Karena penumpang penuh dan berdesakan, pencopet sering beraksi. Karena itu dompet, HP dan barang berharga lain harus terus diawasi; disampan di dalam tas tangan atau tas punggung yang terkunci (gembok kecil atau padlock).

Bila sebagian besar warga Jakarta menggunakan Busway sebagai alat transportasi tentunya bisa mengurangi kemacetan. Bisa ini terjadi bila armada ditambah (memadai), sehingga penumpang tidak menunggu terlalu lama, dan tidak berjubel sehingga penumpang nyaman naik. Perlu juga dipikirkan Pemda menyediakan lahan parkir luas dan aman, bagi warga yang menggunakan mobil sebagai feeder di sekitar halte. Disamping itu, Pemda perlu menlanjutkan monorail yang sudah dirintis pada periode Sutiyoso sebagai Gubernur DKI. Monorail ini bisa mengangkut banyak penumpang. (***)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: