Basis Pengelompokan Senior GMKI?

Jakarta – Deklarasi Perkumpulan Senior GMKI pada Kongres GMKI tahun 2010, disambut secara positif, baik internal GMKI (anggota, pengurus dan senior) maupun eksternal, khususnya Alumni Kelompok Cipayung–organisasi ekstra kemahasiswaan.

Untuk memfungsionalkan dan melembagakan harapan terhadap Perkumpulan, Pengurus Nasional yang diberi mandat–menyempurnakan AD, mendaftarkan kelembagaan ke Kementerian Hukum dan HAM, dan mempersiapkan Pertemuan Raya Senior, membahas secara mendalam penugasan tersebut.

Salah satu topik yang perlu ditanggapi elemen organisasi GMKI, khususnya para senior adalah basis pengelompok atau pengorganisasian. Tiga alternatif yang berkembang, yaitu berbasis i) cabang, ii) daerah (kota/kabupaten) dan iii)minat-profesi (cluster.

Basis Cabang. Pengelompokan ini mengikuti Forum Senior yang sudah ada dan dibentuk cabang. Ini lebih mudah, tinggal dilembagakan (transformasi) menjadi Perkumpulan Senior pada tataran cabang. Keterbatasan pengelompokan berbasis ini adalah para senior pada sebagian besar cabang, bekerja dan berdomisili di kota atau daerah lain, setelah tidak atau selesai kuliah (dan aktif) di GMKI. Bila ada kegiatan Forum Senior Cabang, jarang bisa dihadiri karena ketidak-sesuaian waktu dan juga jarak. Silaturahmi dan sharing competence diantara senior dan transformasinya ke junior, berlangsung seacara “jarak-jauh” melalui email, telepon atau SMS.

Basis Daerah/Kota. Pada basis ini, didasarkan kepada penyebaran nyata para senior. Para senior lintas cabang bekerja dan tinggal di daerah/kota tertentu. Karena memiliki semangat oikumenis dan nasionalis, interaksi lebih memungkinkan, karena lebih dekat dari segi jarak. Yang menjadi persoalan adalah para senior di di daerah ini, apakah melebur diri dan menjadi bagian dari Forum Senior Cabang yang sudah ada atau dibentuk lembaga baru dalam Perkumpulan. Tidak mudah menjawabnya. Betapapun dari sisi visi dan misi serta semangat “gerakan” sama dan tidak membeda-bedkan, para senior lebih enjoy dan at home dengan teman senior dari cabangnya. Cerita suka dan duka ketika aktif di cabang memberikan dorongan “lebih” untuk berkelompok.

Basis Minat-Profesi. Pada pengelompokan ini, diasumsikan para senior memiliki kesamaan minat dan profesi tertentu. Kesamaan ini memungkinkan para senior sering bertemu dan berbagi masalah (dan pengembangan) dengan senior lain pada minat-profesi tersebut. Harapan saling menguatkan dan memberdayakan serta transformasi kepada junior lebih memungkinkan terwujud.

Alternatif lain, bisa juga dikembangkan basis pengelompokan tersebut, yaitu Basis-Matriks, yaitu kombinasi dari ketiga basis tersebur, yaitu i) cabang-daerah-minat atau ii) cabang-minat, dan iii) daerah-minat.

Penentuan basis ini sangat strategis sebagai bagian dari rancangan organisasi. Karena itu harus clear sejak awal. Dengan itu, kehadiran Perkumpulan ini sungguh memberi makna bagi senior dan juga junior (aktivis gerakan), baik ke dalam maupun keluar (gereja, masyarakat dan bangsa). Apapun disain yang diharapkan harus segera tuntas sebelum Pertemuan Raya Senior, yang diharapkan dilaksanakan sekitar 9 Februari 2011, bertepatan Dies Natalis GMKI(***).

    • Angger sk
    • February 19th, 2011

    Setuju sebagai sharing community untuk memperkuat basis dng berdasar TERANG KRISTUS. UT OMNES UNUM SINT

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: