Refleksi Awal Tahun: Strategic Partnership Gereja yang Menyembuhkan, bersama Jemaat

Bogor – Sepanjang tahun 2010, komunikasi dan koordinasi, baik kebijakan maupun program bersama gereja di dalam mengembangkan pelayanan kesehatan, khususnya di jemaat, berjalan baik dan intensif. Tidak ada keraguan bagi gereja bahwa kesehatan adalah tugas diakoni sebagaimana dilaksanakan Tuhan Yesus, bersama murid-muridNya. Itu yang diteruskan para Rasul, pemimpin dan penatua gereja hingga sekarang. Bahkan dalam pengertian sebagai organ persekutuan, jemaat juga melaksanakan pelayanan kesehatan ini.

Akan tetapi terjemahan misi itu dalam bentuk strategi dan bentuk (pola) yang bersifat programatis, belum banyak bergeser dari sebagian besar gereja. Masih kuat pandangan dan orientasi kepada medis (dan klinis) dari pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan selalu diartikan sebagai pelayanan RS dan klinik, dan diidentikan dengan obat, suntik dan laboratorium (diagnostik). Profesi yang kompeten pada pelayanan itu adalah berlatar belakang pendidikan profesional kesehatan, yaitu dokter, perawat, bidan, dan petugas diagnostik. Pandangan itulah sangat membatasi keterlibatan dan kepedulian gereja terhadap pelayanan kesehatan.

Perspektif dan persepsi demikian tidak keliru, karena salah satu pendekatan dalam pelayanan kesehatan, yaitu kuratif. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran di Barat telah mendominasi pemahaman terhadap kesehatan. Memang kemajuan itu telah memberi makna penting bagi penyembuhan berbagai penyakit pada waktu itu sampai sekarang. Tetapi karena pengaruh itulah memberi kontribusi dalam “menyederhanakan” pemahaman terhadap kesehatan menjadi penyembuhan semata, yaitu bebas dari penyakit (virus dan bakteri). Akibatnya pengaruh lokal dan pandangan orientalis terhadap pelayanan kesehatan, menjadi terdesak. Dalam konteks penyembuhan pengaruh dan pandangan terakhir ini hanya menjadi pelengkap atau alternatif bila pengobatan modern itu tidak mempan lagi.

Pendekatan pelayanan kesehatan, mencakup pencegahan, promosi, penyembuhan (pengobatan), penyuluhan (pendidikan) dan pemulihan kesehatan. Dalam pemahaman ini, pengobatan (modern) itu hanya sebagian kecil dari pelayanan kesehatan itu. Pandangan ini yang bersifat holistik di dalam pelayanan kesehatan harus mengalami transformasi.

Disini pentingnya strategic partnership dengan gereja (dan jemaat). Pendekatan kesehatan yang bersumber pada budaya lokal, mesti menempatkan posisi sentral dalam pelayanan kesehatan. Kesehatan, penyembuhan dan keutuhan Ciptaan harus terintegrasi dalam pelayanan kesehatan yang diselenggarakaan gereja, sebagai bagian dari tugas dan panggilan diakonia.

Infrastruktur gereja (dari sisi kelembagaan) sampai ke desa2, bahkan di daerah terpencil dan pedalaman yang susah dijangkau pemerintah (Puskesmas) adalah potensi (kekuatan) yang memungkinkan pelayanan yang terintegrasi itu bisa berjalan secara efektif.

Orientasi gereja yang masih menempatkan klinis sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan, melalui rintisan klinik2 jemaat harus dikembangkan lagi mencakup pendekatan yang lain. Disamping membangun klinis tidak begitu mudah, butuh tenaga profesional (dokter, perawat, bidan) yang harus dedikatif; tidak hanya sambilan, obat yang harganya mahal, peralatan yang cukup memadai. Bila faktor2 ini bisa dipenuhi, tentunya sangat baik, akan tetapi bila tidak, gereja harus mengembangkan strategi lain untuk menjamin optimalisasi derajad kesehatan masyarakat, yang didalamnya jemaat berada.

Gereja yang menyembuhkan harus direvitalisasi, dan semua organ gereja harus mengambil bagian di dalamnya. Dengan demikian, penjumpaan dengan masyarakat melalui pelayanan kesehatan, kasih Tuhan sungguh dirasakan dan penyelamatan Kristus dinyatakan. (***)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: