Catatan Pengucapan Syukur Deklarasi Perkumpulan Senior

Jakarta – Gagasan membentuk organisasi senior GMKI secara formal, sebagaimana dideklarasikan di Makassar pada tanggal 27 November 2010 mendapat respon positif dari para senior. Hal ini dapat dilihat pada Temu Pengucapan Syukur Deklarasi itu pada hari Kamis, 16 Desember 2010 yang lalu di Hotel Sultan Jakarta. Peserta yang ditargetkan 100 orang, ternyata menjadi 130 orang, terdiri dari senior dari lintas generasi dan cabang yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Senior yang paling sepuh Binsar Siburian, dan yang paling muda BPC Jabodetabek dan Bandung serta Sumedang.

Afirmasi ini perlu digaris-bawahi, karena banyak juga yang skeptis, ketika gagasan ini digulirkan. Pengalaman organisasi Kristen lain sebelumnya, termasuk yang berafiliasi atau seazas dengan GMKI, bahkan dengan “induk” nya, performance kurang begitu menggembirakan akhir-akhir ini. Organisasi ini pada awal pembentukan begitu riuh bersemangat, tetapi pada perjalanannya bergerak ditempat, bahkan tidak jarang diantaranya “mati enggan hidup tak mau”. Artinya, secara kelembagaan tetap ada tetapi aktivitas tidak ada.

Alasan lain adalah kekhawatiran Perkumpulan ini, kemungkinan diarahkan pada kepentingan 1-2 orang (kelompok). Bagi senior GMKI sangat sensitif isu ini. Sifat dan bawaan moralis, sejak aktif di cabang, sangat ditekankan tentang ini. Upaya2 untuk menelingkung nampaknya “tabu” di dalam “gerakan”. Walau sebenarnya tidak jarang ulah2 seperti ini tetap ada, misalkan di Konfercab dan Kongres. Mungkin karena sisa2 kekecewaan pada saat itu, akhirnya membentuk sifat dan karakter demikian.

Tetapi nampaknya kekhawatiran demikian, tidak dominan dalam percakapan senior, bahkan hampir tidak ada pada Sharing di Hotel Sultan. Dalam pengucapan syukur itu resistensi itu tidak muncul. Jumlah yang hadir melampaui target.

Bagi Pengurus Nasional yang dipercaya mengorganisasikan senior, berupaya memberikan kesan pertama yang baik. Tempat (venue)dipilih yang “berkelas”, biaya diupayakan dari para pengurus (tidak dipungut kepada senior yang hadir), dan acara dimulai tepat waktu. Faktor ini sangat dikedepankan, dari pembelajaran dari pertemuan sebelumnya. Kita memberi kesan yang baik secara profesional.

Tantangan ke depan adalah begitu tingginya harapan para senior terhadap kiprah selama ini. Lebih2 kepada GMKI yang kecenderungannya menurun terus performa. Para pengurus berupaya agar harapan ini dapat diakomodasi dan diwujudkan. Pengurus harus membangun organisasi ini menjadi modern: TANGO (transparan, akuntable dan good governance).

Agenda ke depan adalah menyelenggarakan pertemuan kaukus senior di bidang bisnis (Januari), dan bidang politik (Februari). Disamping konsolidasi ke daerah dan cabang. (***)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: