Geli Kawan Berseberangan, ingin Konsultasi: Mengapa?

Solo – Dulu dalam salah satu organisasi komunitas Nias Barat terjadi perbedaan “tajam” dalam Munas. Salah seorang kawan yang berseberangan, menggunakan berbagai media, termasuk dunia maya pada ssat itu, sekarang ini ingin berkonsultasi dan merajut persahabatan tentang masa depannya. Agak geli, aku rasakan, mestinya konsultasi itu dilakukan kepada figur yang mereka tokohkan. Kenyataannya tidak. Bisa jadi, upaya yang dilakukan kawan ini, melekat pada dirinya sebagai “politisi”. Di bidang ini, berlaku aksioma “tidak ada permusuhan abadi, yang ada hanya kepentingan”.

Berbagai manuver dilakukan kelompok yang ambisius menguasai kepemimpinan organisasi pada Munas. Itu dengan sendirinya menimbulkan polarisasi pengelompokan antara masing-masing pendukung.

Berbagai pihak menganalis, khususnya sebagian komunitas yang tidak mengharapkan organisasi ini terbentuk, menduga menjadi “pesaing” atau penghalang ambisi memperebutkan kepemimpinan Nias Barat pada suatu waktu, yang baru saja dideklarasikan dan dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru. Ini cukup beralasan para konseptor dan penggerak cukup banyak, dan memiliki basis yang kuat di Nias Barat. Karena itu diupayakan agar organisasi ini juga dikooptasi; berada dalam kendali, dengan mendukung pihak yang berseberangan. Kalau dengan yang ini, agak mudah dikendalikan dibandingkan dengan kelompok lain.

Walau itu tidak beralasan, karena ketika organisasi dideklarasikan, mungkin saja secara internal ada kemungkinan memposisikan atau menggunakan organisasi ini untuk tujuan strategis ke depan, tetapi bagi saya, tidak. Saya berpendapat, akomodasi potensi sumber daya masyarakat Nias Barat harus diorganisasikan dengan baik, walau dengan berbagai bentuk. Salah satunya melalui organisasi ini. Keliru kalau dipersepsikan bahwa kesatuan pikiran membangun Nias Barat harus melalui satu wadah atau jalur.

Orang yang diusung kawan ini, dalam perpektif kepemimpinan dan manajerial, tidak memiliki kapasitas memadai. Bahkan untuk berbicara di depan umum pun, sering kali publik tidak mengerti pesan yang disampaikan. Kadang terjadi, ketika berbicara tidak dapat membedakan apakah sedang khotbah atau mempromosikan sebuah produk (marketer), yang hanya membesar-besarkan dan membagakan diri. Kemampuan mengartikulasikan pesan dan membaca situasi terhadap pesan yang disampaikan, serta berbicara secara sistimatis, sangat diperlukan dari seorang pemimpin (Ketua). Tanpa itu, kepemimpinan tidak efektif; pengikut berjalan sendiri-sendiri.

Tetapi ambisi membutakan semua itu. Yang penting segala macam acara dihalalkan untuk mewujudkan ambisi itu. Komunitas kawan ini, memahami betul sifat dan bawaan figur ini, makanya didukung. Bahkan bila memungkinkan bisa mendapatkan manfaat optimal dari sumber daya yang dimiliki.

Strategi kawan ini cukup berhasil, dan figur ini meraih posisi Ketua. Akan tetapi, karena motif demikian, kemudian diketahui bahwa organisasi ini tidak fungsional, antara lain ditandai dengan rapat2 pengurus atau kegiatan, hampir tidak ada. Getaran dan gebrakan yang diorganisasikan pada awal-awal deklarasi, yang cukup diperhitungkan sebagian komunitas Nias Barat, rasanya tidak ada. Sebagian besar konseptor dan penggerak hengkang dari organisasi.

Dan mungkin betul, aksioma politik pada awal tulisan, itu juga yang dirasakan kawan ini. Ketika kepentingan (dan harapan) kepada figur tadi tidak terakomodasi, tidak keliru mencari peluang di tempat lain. Uluran persahabatan, tentunya disambut dengan kehangatan. Advis dan saran disampaikan, bahkan menggunakan pulsa untuk menelpon. Walau begitu, itu terasa tetap menggelikan. Mestinya dulu bersikap elegan dan bersahabat, walau berbeda pemikiran dan pilihan. Inilah kehidupan, yang terus mengajarkan banyak pembelajaran. (***)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: