Tips Komunikasi

Jakarta – Sore ini saya mendapat 2 berita duka dari sahabat, dikirim melalui layanan singkat (SMS) pada waktu yang berbeda, tidak lama setelah salah seorang Senior–yang kami kagumi dan hormati–dipanggil Tuhan. Pada SMS pertama, saya langsung teruskan kepada sahabat dan aktivis yang mengenal almarhum (alm). Semua memberi respon terima kasih dan ikut belangsukawa.

Tidak lama kemudian, aku menerima SMS yang sama, dikirim Junior ku. Aku diberitahu informasi berita ini, karena aku tahu dia mengetahui aku memiliki jaringan di tempat ku sekarang, baik yang “diatasku” maupun “dibawah” pada waktu bergabung dalam organisasi ekstra. SMS terakhir ini tentunya tidak aku teruskan lagi karena tadi sudah aku lakukan.

Responku terhadap Junior ku ini, disamping mengucapkan terima kasih, aku mengatakan bahwa info ini akan diteruskan kepada senior dan kawan lain. Bisa saja aku mengatakan “informasi yang sama telah saya terima dan telah meneruskan kepada yang lain”. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dengan jawaban yang positif dan respek ini, pasti Junior ku merasakan bahwa dia pemberi informasi pertama. Dan pasti bangga dengan itu.

Saya tidak basa-basi juga karena substansi berita telah saya sampaikan, dan dia juga tidak kecewa karena aku merespon positif.

Hal-hal ini harus diperhatikan dalam komunikasi, baik lisan maupun tertulis. Apalagi kalau tertulis, karena kita tidak bertatap muka. Kita hanya melihat kumpulan simbol dan huruf, yang memberi banyak penafsiran: positif-negatif; membangun-menghancurkan. (***)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: