Orang Nias Mencari Jodoh: Ditimang-timang?
Jakarta – Sahabat saya di kampung, meminta pendapat terhadap anaknya (perempuan) bila melanjutkan kuliah di Yogya. Dia tahu, saya tinggal dan sekolah disana sejak SMA. Keinginan itu harus diapresiasi karena jarang orang tua memiliki keinginan (visi) seperti itu. Sebab orang tua di Nias, sebagian berpendapat perempuan tidak perlu sekolah “tinggi-tinggi”, karena toh nanti kalau sudah menikah, ikut suami. “Biarlah suami (dan keluarga) yang “mengurus” kesejahteraan dan masa depan”, pikirnya. Kalau sudah menjadi ibu rumah tangga, kesibukan lebih banyak untuk domestik. Itu yang diasumsikan sebagai perempuan yang baik pada umumnya. Akan tetapi sahabat saya ini tidak demikian. Dia memiliki pikiran modern dan berpandangan jauh ke depan, sekaligus menjadi simbol status sosial.