The Karate Kid

Jakarta – Dre (diperankan Jaden Smith) dan Ibunya pindah ke Beijing dari Detroit, Amerika. Ibunya bulat hati memulai kehidupan “baru” di negeri China. Ibunya mendapat pekerjaan disitu. Rumah dan harta lain dijual untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Beijing. Dia belajar bahasa Mandarin, budaya dan kehidupan sosial di tempat baru.

Di Bejing, mereka tinggal di Apartemen. Seseorang telah mempersiapkan segala sesuatu, termasuk penjemputan di bandara dan pengurusan sekolah Dre. Kebiasaan Dre–berumur 12 tahun–di Detroit, seperti menaruh barang-barang sembarangan (jacket), tidak disukai Ibunya. Dre selalu ditegur. Ibunya mengajak Dre agar hidup mandiri, mengerjakan sendiri segala sesuatu.

Di Apartemen itu, perawatan dan perbaikan bangunan (maintanance), termasuk keluhan kerusakan instalasi air, dikerjakan oleh Mr. Han (diperankan Jackie Chan). Perjumpaan awal dengan Mr. Han ketika Dre diminta Ibunya menghubungi petugas memperbaiki pipa air-panas yang mampet. Perjumpaan ini tidak berkesan kepada Dre, karena dipikir Mr. Han adalah petugas apartemen.

Di Apartemen itu dirancang ruang publik, tempat bersosialisasi dan olah raga. Kesitu Dre melihat-lihat–setelah menghubungi Mr. Han. Disitu bertemu dengan anak-perempuan (Mei Ying?), yang sedang latihan audisi untuk pertunjukan musik di Beijing. Perempuan ini melihat kelakuan Dre yang lucu, rambut dikucir, dan kulit berawarna hitam. Rupanya perkenalan dan pertemuan ini, telah mengundang kecemburuan anak (dan gengnya)–yang bapaknya sahabat bapak perempuan ini. Dia dipukuli dan dihajar. Anak ini rupanya, sudah belajar dan mahir Kung Fu. Dre pulang babak belur. Di bawah pelipis matanya hitam-lebam. Serangan ini tidak diberitahu kepada Ibunya (dan juga kepada Mr. Han). Dia memberi alasan menabrak tiang listrik, ketika Ibunya menanyakan. Walaupun demikian Dre tidak bisa menerima dan mengerti, dia dipukul. Dia menduga-duga bahwa anak itu senang dengan Mei Ying.

Tetapi rupanya penderitaan itu, berlanjut keesokan harinya, ketika Dre masuk sekolah. Baik Mei Ying maupun anak laki itu jumpa disitu. Mereka satu sekolah. Dia senang bisa jumpa dengan Mei Ying, tetapi ciut hatinya melihat geng anak laki itu. Dia sangat tertekan dan terintimidasi. Dan ingin rasanya membalas, paling tidak berharap tidak lagi diteror atau dipukuli. Itu lah yang menarik perhatiannya melihat perguruan beladiri, dari iklan besar, sepulangnya dari sekolah. Betapa ciut nyalinya melihat bahwa anak yang menghajar dia, juga berguru disitu.

Dia belum menemukan jawaban terhadap perlakuan kekerasan yang diterimanya. Dia masih penasaran. Pada suatu waktu ingin membalas suatu waktu. Itu yang dilakukan ketika melihat Geng anak lelaki itu sedang kumpul dan mempertontonkan jurus-jurus Kung Fu. Sambil sembunyi dan mengintip di balik mobil yang sedang parkir, melihat-lihat kelakuan mereka. Disitu ada air comberan diember dan disemprotkan kepada Geng itu. Geng ini sangat marah, apalagi melihat bahwa yang melakukan itu adalah Dre. Mereka lari mengejar dan akhirnya dapat. Jumlah mereka 6 orang. Dre dihajar, tetapi rupanya diselamatkan Mr. Han. Tiba-tiba muncul dan melerai dan menyuruh Geng pulang. Tetapi anak-anak ini tidak terima, malah balik menyerang Mr. Han. Sekarang malah berbalik. Anak-anak ini malah dihajar habis-habisan. Dre berterima kasih kepada Han, dan kagum atas gerakan menghajar geng itu. Dia tidak memukul hanya mendorong dan menggerakan dan menghadapkan anak-anak itu untuk saling memukul. Dre meminta diajari Kung Fu, tetapi Mr. Han tidak mau.

Dre dirawat Han dengan pengobatan Cina Kuno. Ia menyampaikan kegusaraanya bahwa persoalan ini akan berlanjut. Dia pasti dihajar lagi. Han mengatakan bahwa anak-anak itu, tidak salah. Yang salah adalah gurunya. Sebab inti beladiri Kung Fu adalah perdamaian, bukan pertarungan. “Pertarungan yang baik adalah menghindari pertarungan”, katanya. Karena itu, Dre mengajak Mr. Han menyampaikan protes kepada Guru anak itu. Tadinya Han tidak mau, tetapi karena didesak terus dan “kasihan”, mereka pada akhirnya ke Perguruan itu, walau tadinya ditolak Mr. Han.

Di perguruan ini, sedang berlangsung latihan keras, mempersiapkan diri mengikuti Turnamen Beladiri. Sang Guru mengajar murid-muridnya agar jangan memberi belas-kasihan kepada lawan atau musuh; harus dihabisi, walau sudah tidak berdaya. Dan itu diperagan pada waktu dalam latihan itu. Kedatangan Mr. Han dan Dre, ditanggapi lain Guru dan murid-murid. Mereka berpikir kedatangan itu untuk menantang. Apalagi anak-anak itu melaporkan bahwa yang menghajar mereka adalah Mr. Han. Melihat gelagat yang tidak baik, Mr. Chan mengajak Dre pulang, dan tidak melanjutkan protes tersebut. Tetapi ini tidak diperkenankan Sang Guru. Dia meminta pada saat itu, harus ada pertarungan, paling tidak salah satu: Mr. Han atau Dre.

Mr. Han jeli membaca situasi. Dengan melihat info (iklan) Turnamen beladiri, dia menawarkan agar pertarungan dilaksanakan pada saat turnamen itu. Ini tantangan dan bisa diterima Sang Guru. Namun demikian, Mr. Han meminta selama proses penyiapan diri, muridnya tidak boleh menyerang Dre dimanapun. Syarat ini dapat diterima.

Tantangan ini menyebar luas termasuk Mei Ying. Mereka saling berjanji, ketika bertemu di sekolah, bahwa pada saat audisi, Dre akan datang dan memberi support. Demikian dalam Turnamen, Mei Ying akan datang, memberi dukungan.

Akhirnya terhadap kondisi itu, Mr. Han bersedia menjadi Suhu Dre, mengajarinya Kung Fu. Awal pengajaran bukan kepada jurus-jurus, tetapi mental, sikap dan perilaku. Dimulai dari menanggalkan jacket, mengenakan dan menggantung. Demikian berlangsung berhari-hari sampai benar. Mr. Han memulai dari jacket ini, karena pada waktu memperbaiki pipa air di apartemen, melihat Dre menaruh jaketnya di sembarang tempat, dan dikeluhkan Ibunya terhadap hal ini. Mr. Han melihat bahwa Dre tidak hormat kepada Ibunya, apalagi kepada orang lain. Dia memuali dari sini.

Prinsip ini tidak diterima Dre. Dia protes; mengapa belajar Kung Fu hanya berkisar ambil-kenakan-tanggalkan jacket. Baru setelah persoalan jacket ini benar, baru dilanjutkan dengan berlatih “kuda” dan gerakan dasar Kung Fu. Seterusnya dilatih jurus-jurus. Dre diajak ke puncak gunung, Sumber Air Naga. Untuk memotivasi Dre, disebutkan bahwa meminum air ini, tidak akan pernah kalau. Itu yang dipesankan Ayah Mr Han, ketika mengjarinya Kung Fu. Di dalam perjalanan menuju gunung tersebut, Dre melihat orang-orang belajar Kung Fu dan berlatih tenaga dalam. Salah satu yang berkesan hatinya adalh wanita yang memainkan jurus-jurus kobra, yang berhadapan dengan ular. Mr. Han menjelaskan makna gerakan dan jurus kobra itu. “Tenang tidak berarti tidak melakukan sesuatu atau diam”, katanya.

Akhirnya, Turnamen itu tiba dan pertandingan dimulai. Mr. Han meneguhkan Dre, persoalan dalam pertandingan bukan menang-kalah, tetapi kepada kesungguhan dan kehormatan, artinya anak-anak itu akan hormat dan menghargai nya nanti, untuk menambah rasa percaya diri. Nilai ini tidak begitu ditangkap dan dipahami Dre. Walau begitu, Dre tetap maju bertanding. Sampai semi-final, Dre berhadapan dengan teman seperguruan anak yang menghajarnya pada waktu berkenalan dengan Mei Ying. Anak yang menghajarnya dulu juga masuk dalam semi-final itu. Lawan Dre di semi-final ini, didiskualifikasi karena tidak mengindahkan wasit menghentikan pertandingan, tetapi terus memukul dan melukai kaki Dre. Dia maju ke pertandingan puncak, tetapi persoalannya adalah kaki Dre cedera, dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, sebagaimana advis dokter. Tidak kurang Mr. Hang membujuk agar tidak perlu melanjutkan pertandingan. Karena masuk semi-final saja sangat membanggakan.

Disini puncak plot film ini, apakah tetap melanjutkan pertandingan karena lawan di final adalah anak yang menghajarnya, dan sudah sudah berdiri menantang di panggung. Perdebatan Dre dan Mr. Han terjadi di ruang perawatan. Dre mengingatkan kata-kata Mr. Han ketika “jatuh” atas peristiwa yang dialami keluarganya. Mr Han mengatakan bahwa jatuh sudah biasa, tetapi jaminan kesuksesan adalah seberapa jauh dia bangkit kembali. Kata-kata ini disampaikan Dre. Ketika ditanya, apa motivasi dan alasan sesungguhnya, jawab Dre adalah dia takut pada suatu waktu akan diteror dan dipermalukan. Melihat kegigihan itu, akhirnya Mr. Han menyetujui melanjutkan pertandingan, dengan perawatan yang sama pada waktu dihajar geng itu dulu.

Wasit sudah mengumumkan pemenang, tiba-tiba Mr. Han membisikan kepada panitia bahwa Dre akan bertanding. Sorak riuh penonton meramaikan arena pertandingan. Mei Ying, memenuhi janjinya, dan Ibunya datang memberi semangat. Peraturan pada final adalah pemenang adalah mendapat point 3. Pada sesi pertama, dimenangkan lawan, kedua Dre. Dan pada ronde berikutnya ketiga Dre menang, pada ronde ke-4 Guru penantang mengintoduksikan agar kaki Dre dihajar yang sudah cedera pada semi-final. Advis ini ternyata efektif. Lawan menghajar kakinya. Dre terjerembab, tidak bisa bangun. Tetapi tekad yang tinggi, dengan bersusah payah, Dre bangun dan melanjutkan pertandingan. Dia memainkan jurus kobra yang dilihatnya pada Puncak Gunung. Dia mengandalkan satu kaki bertumpu di lantai, kaki yang cedera diangkat. Kepalanya digerak-gerakan seperti ular kobra. Ketika lawan menyerang, dengan gerakan salto, kakinya mengena muka dan mata lawan. Lawan terjatuh dan tidak bisa bangun. Penonton bersorak. Wasit menghentikan pertandingan dan memutuskan pemenang adalah Dre. Tepuk tangan penonton menyambut keputusan. Dan piala diserahkan anak penghajarnya, sebagai juara pada turnamen sebelumnya.

Film ini sederhana dan cocok ditonton. Pelajaran yang diambil adalah kegigihan, semangat tidak menyerah. Dan yang lebih penting adalah teguh kepada nilai dan integritas. Karena hal inilah, murid-murid meninggalkan Guru dan beralih menjadi murid Suhu, Mr. Han. (***)

  1. Hallo, nefos
    “Ut omnes unum sim”
    Masih ingat sama lagu kita, tinggi ilmu, tinggi iman, tinggi pengapdian ?, kalau masih berarti masih ingat sama saya usman sidabariba. Oh ya saya mau tau informasi, bung frans olarerung posisinya dimana sekarang demikian juga senior kita alex litay kasih kabar ya!. Saya tidak banyak komentar dengan salammu memang harusnya begitu . dari dulu saya sdh anjurkan sama komunitas batak toba agar meninggalkan prinsip Hamoraon, Hagabeon ,Hasangapon. Sebab kalau terus dipelihara kemungkinan mayoritas masuk penjara. Sebaiknya kita tingkatkan menjadi ” Ambil hikmah- Cari hikmat” barang kali kasus gayus tidak akan mencuat bila mereka setuju. Tapi biasanya orang indonesia selalu menggunakan manejement pemadam kebakaran api dalam hidupnya. kalau sudah terjadi baru terperangah, tidak mau melihat pelajaran dari hal- hal kecil seperti yang kau maksud.
    OK, sampaikan salamku ke kawan-kawan

  2. Bung Usman,

    Ingatlah saya. Ketika kita bersama di Yogyakarta dan aktif di cabang (Wisma Imanuel, Samirono Baru). Beberapa kawan-kawan kita, berada di Jakarta denga berbagai profesi. Ada yang di swasta, aktivis gereja, LSM, politisi. Beberapa lain tinggal di Yogya.

    Bung Frans masih di Yogya bekerja di Panti Asih Pakem. Kami masih kontak-kontak. Bung Alex sekarang jadi politisi dari PDIP. Edwin Damanik (masih ingat), Sigit Triyono, berkiprah di Jakarta.

    Itulah tantangan kita bersama. Kita harus tetap fokus kepada profesionalitas dalam mengerjakan sesuatu. Kita harus bangga dengan apa yang kita miliki. Persoalan kita adalah pengakuan “cukup” masih jarang. Inginnya selalu berlebihan. Karena motivasinya begitu, seringkali tanpa mengindahkan etika. Itulah sebabnya beberapa dari kita terbentur karena korupsi, dan lain-lain.

    Ingin yang harus kita perjuangkan ke depan, yaitu profesionalitas, etika serta integritas bagi generasi muda dan aktivis Kristen ke depan.

    Btw.. Dimana Mas sekarang, pekerjaannya, keluarga bagaimana. Kita tunggu kabar ya. (***)

    • Saya beraktifitas di kisaran asahan.saya dapat alamatmu dari facebook. teman-teman belum dapat. aktifitas saya sekarang THL_TBPP di deptan 3 thn, diakhir masa kerja saya.saya mencoba seperti yang kau sarankan untuk menjadi garam dan terang di komunitas desa silomlom asahan. dari pekerjaan saya ini saya mendapat inspirasi dan membangun suatu konsep pengembangan sektor riil yang terintegrasi dengan lingkungan sehingga masalah masif yang dialami desa yaitu migrasinya SDM desa Potensial ke KOTA untuk mencari kerja dapat .dan tinggallah SDM desa yang pas-pasan dan terisolir dari sisi fisik maupun sisi vision. Konsep ini apa bila diterapkan secara serius oleh pemerintah daerah saya yakin akan memperkuat sektor riil dan menumbuhkan kemampuan mengahadipi perjanjan APEC yang membuat perdagangan lebih bebas. Selama ini mereka hanya menjadi objek pasar.Kita ingin membangun masyarakat Desa bisa menjadi objek dan juga subjec dari pasar.Sampai Didesa ada kelembagaan Desa namanya LPM dan BPD, sejauh ini terapannya di desa fakum dan tidak berdaya. Konsep ini terinspirasi dari pekerjaan ku dan sedang saya aplikasikan secara perlahan-lahan karewna perintah daerah tidak mempunyai perhatian yang serius terhadap amanah UUno16/2006. walaupun demikian saya memberanikan diri dengan kemampuan spirit dan finansial pribadi yang ada. Konsep tersebut adalah KUTHL-TBPP
      KUTHL=Koperasi Usaha Tani Holistik Lingkungan
      TB = Taman Bacaan
      PP = Pos Penyuluhan Desa Silomlom
      Untuk Taman Bacaan ini saya sangat membutuhkan batuan dari kawan kawan .Informasikan saya bagaimana cara mendapatkan materi bacaan ini. adapun materi bacaannya adalah C.AGRIBUSINES
      C: Crop (Hal pertumbuhan tanaman mulai
      -pengolahan tanah
      -pembibitan
      -pemeliharaan
      -panen
      -pascapanen
      C: Cacao (Coklat dengan segala aspecnya)
      C; Corn (Jagung dengan segala aspeknya)

      A. Alat mesin pertanian dan perbengkelan
      G. Gas.Biogas,listik dengan instalasinya
      R. Rubber(Karet dengan segala aspeknya)
      I. Irigasi,drainase
      B. Beternak (Sapi,Kambing Itik
      U.Usaha,wirausaha dan koperasi
      S.Sawit(dengan segala aspeknya)
      I. Indusri kecil dan industri rumrh tangga
      Ikan (Ikan tawar, dengan segala aspeknya)
      N.Nutrisi (untuk manusia, ternak dan tanaman)
      E.Ekologi,ekonomi pertanian
      S.Sosial (kemasyarakatan,kepemipinen ,manajement,kelembagaan petani(Koptan dan Gapoktan)
      Untuk dapat berkomunikasi maka saya buat forum komunikasi di POS Penyuluhan Desa dan membuat alamt HTML: http://www.TamanBacaan.komule.com
      Karena bung nefos ada di jakarta maka tolong akses bagaimana cara agar Gramedia dengan KOMPAS aid dapat menambah koleksi buku di Taman Bacaan Desa ini
      terimakasih atas semuanya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: