Archive for July, 2009

MODEL JUAL-BELI TANAH DI PANTAI SIROMBU

Jakarta – Pemekaran Kabupaten Nias Barat dan pelantikan Bupati yang memimpin dan mengepalai kabupaten ini, telah mendorong pembangunan dan penataan di berbagai sektor. Salah satu sektor itu adalah perekonomian dan pariwisata.

Pantai Sirombu di sore hari

Salah satu pendukung kemajuan suatu daerah adalah pelabuhan, dan kelihatannya Pemda dan masyarakat menyadari hal itu. Secara historis pelabuhan Sirombu merupakan salah satu dari 5 (lima) pelabuhan di Pulau Nias yang menggerakaan perekonomian di daerah ini. Pelabuhan lain adalah Gunung sitoli (Nias Induk), Teluk Dalam (Nias Selatan), Lahewa (Nias Utara) dan Pulau Telo (Nias Selatan). Pelabuhan ini melayani pelayaran langsung dan bongkar muat dari Sibolga (Sumatera) – Nias. Kebutuhan, barang dan material dibawa langsung dari Sibolga dan komoditi (mentah), seperti karet, kopra, cengkeh, dan lain-lain diangkut ke Sibolga melalui pelabuhan ini. Akan tetapi pada tahun 80-an ketika infrastruktur jalan yang semakin baik antara Sirombu-Gunung Sitoli, kebakaran Pasar Sirombu dan bencana alam, menyebabkan pelabuhan ini tidak berfungsi sebagaimana yang disebutkan diatas.  Kebutuhan masyarakat dan pengiriman komoditi, praktis dilaksanakan di Gunung Sitoli. Pelabuhan Sirombu hanya melayani pelayaran ke Kepulauan Hinako, dan sebagian lagi para pelancong (tourist) ke Pulau Asu serta para nelayan penangkap ikan.

Continue reading

Design a site like this with WordPress.com
Get started