Solo – Forum Kepala Daerah (Forkada) Kepulauan Nias, akhirnya menyepakati Gunung Sitoli sebagai Ibu Kota Daerah Otonomi Baru (DOB)Provinsi Kepulauan Nias. Kesepakatan ini diambil dalam Pertemuan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Juni 2013 di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.
Sebelumnya proses pengajuan DOB ke DPR RI sedikit mengalami stagnasi karena sebagian besar persyaratan administratif merujuk kepada calon Ibu Kota belum didapatkan kesepakatan. Berdasarkan urutan (ranking) oleh Tim Independen yang menilai kelayakan kabupaten/kota di Kepulauan Nias sebagai calon ibu kota didapatkan 2 daerah yang menduduki urutan pertama dan kedua, yaitu Kota Gunung Sitoli dan Teluk Dalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan.
Tarik ulur calon ibu kota sudah lama berlangsung. Akan tetapi melalui Forkada ini, tarik-ulur ini dapat diakhiri. Ini kebesaran hati dan kerinduan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias ke depan melalui DOB Provinsi Kepulauan Nias.
Walau polemik calon ibukota telah berakhir, Panitia Badan Persiapan Pembentukan (BPP), khususnya Perwakilan Jakarta harus mengejar waktu dan ekstra kerja memenuhi persyaratan lain, baik itu di Kepulauan Nias (4 kabupaten dan 1 kota) maupun dari Sumut sebagai provinsi induk.
BPP dan pemerintah daerah serta masyarakat harus mengupayakan agar proses pembahasan di Komisi II DPR RI yang kini sedang berlangsung, DOB Provinsi Kepulauan Nias ikut serta dalam gerbong. Bila tidak peluang akan hilang, karena tahun 2014 merupakan tahun politik. Semua pihak politisi dan birokrat disibukan dengan Pemilu dan Pimpres. Belum lagi bila persyaratan terhadap DOB juga mengalami perubahan pada tahun sesudahnya. Praktis upaya yang sudah dibangun selama ini, harus dimulai lagi dari titik-nol, bila perjuangan ini tetap dilanjutkan pada tahun 2015. Semoga bisa terkejar. (***)
Solo – Pada tanggal 24-26 Januari 2013 diselenggarakan Workshop on CSO for Development Effectiveness. Dalam workshop ini dibahas pengembangan efektivitas (dampak) pendampingan kepada masyarakat.
Program pemberdayaan masyarakat, tidak hanya dilaksanakan saja, tetapi juga harus diorientasikan kepada dampak dari pemberdayaan itu. Dengan demikian harapan transformasi di dalam masyarakat dapat terwujud.
Wokrshop ini dihadiri aktivis dari negara-negara Asia Pasifik. Bertindak sebagai host acara ini adalah Yakkum, dan dilaksanakan di Jakarta. (***)
Solo – Banjir di Jakarta telah menimbulkan korban dan kerugian yang luar biasa. Sejak 2007, banjir tahun ini adalah yang terbesar. Banjir seakan telah menjadi langganan secara periodik di Jakarta.
Curah hujan yang tinggi di daerah Bogor dan Puncak, hujan lokal di Jakarta dan air pasang (rob) adalah sumber banjir di Jakarta. Hal ini diperparah karena daerah resapan hampir tidak ada, telah dipenuhi oleh bangunan, drainage yang mampet, dan perilaku masyarakat, seperti membuang sampah sembarangan, membangun tanpa mengindahkan resapan dan saluran pembuangan yang memadai. Keadaan ini menjadi resultante penyebab banjir ini.
Banjir ini telah dinyatakan sebagai keadaan darurat oleh Gubernur DKI Joko Widodo. (***)
Sirombu-Nias Barat – Pada tanggal 17-19 Desember 2012, diselenggarakan Pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Nias Barat, kerjasama Yayasan Nitaru dan Direktorat PPTK PAUD NI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jumlah peserta 50 orang, terdiri dari guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB), baik yang dikelola Yayasan Nitaru maupun lembaga lain di daerah ini. Narasumber dan fasilitator pelatihan ini adalah Evita Adnan dan Michiko Mamesah (Universitas Negeri Indonesia), Esther Hutabarat (PAUD Sumatera Utara), Pdt. Saridame Hia (Ketua Yayasan Nitaru), Pdt. Onast Hia (Sekretaris Yayasan Nitaru). Pelatihan ini dipimpin oleh F. Nefos Daeli (Pembina Yayasan Nitaru). ***
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |
No upcoming events