Archive for October 25th, 2011

Pindahan Sekretariat Nasional Pelkesi

Jakarta – Dalam minggu ini pada bulan Oktober 2011, Sekretariat Pelkesi disibukkan dengan perpindahan tempat. Sejak Pelkesi dideklarasikan pada tahun 1983, Pelkesi menempati RS PGI Cikini sebagai sekretariat–pusat kegiatan administrasi dan koordinasi asosiasi lembaga dan pemerhati Kristen di bidang kesehatan.

Akan tetapi pada ulang tahun ke-28 tahun kondisi itu tidak bisa dipertahankan. Pelkesi harus “keluar” dari RS PGI Cikini. Hal ini berkaitan dengan rencana pengembangan dan pembangunan RS PGI Cikini. Bangunan di ruangan tempat Sekretariat Pelkesi sekarang ini harus dirubuhkan. Rencana pengembangan itu dibangun di lokasi bangunan tersebut.

Yang cukup “menyedihkan” adalah dalam master plan pembangunan itu, alokasi untuk sekretariat Pelkesi tidak ada lagi. Walaupun sudah dibahas berkali-kali dalam Sidang Pleno Badan Pengurus Pelkesi; juga lobby dengan PGI sebagai pembina Yayasan RS PGI Cikini, manajemen dan juga pengurus yayasan tetap kepada kebijakan yang tidak mengalokasikan ruangan untuk Pelkesi. Padahal kehadiran Pelkesi dalam kompleks itu adalah bagian pencitraan RS PGI Cikini sebagai rujukan dan kebanggaan RSK di Indonesia.

Kemarin, tanggal 24 Oktober 2011, resmi karyawan dan staf Sekretariat mulai bekerja di RS UKI. Lokasi sekretariat, tepatnya di Asrama Mahasiswa Akademi Perawat RS UKI. Asrama ini disulap dari beberapa ruangan menjadi sekretariat. Fasilitas seadanya; ruangan untuk 200 m2, tinggal 80 m2, daya listrik baru diusahakan, dan jaringan telepon juga demikian. Situasi ini persis ketika awal-awal deklarasi Pelkesi di RS PGI Cikini.

Kami tidak tahu berapa lama, sekretariat ini bertahan di tempat sekarang. Sebelumnya di dalam RS Cikini, perpindahan ruang sekretariat sudah 5 kali. Ada jaminan individual 2-3 tahun ke depan, selama periode kepemimpinan di RS ini berlangsung, tetapi mestinya belajar dari pengalaman sebelumnya, ketika kepemimpinan berganti, kebijakan berubah yang berimplikasi kepada sekretariat Pelkesi.

Aku teringat paduan suara pada pembukaan Rakernas GMKI, dengan sangat baik menyanyikan “Berapa Lama Lagi Tuhan”?. Maksudnya sekretariat Pelkesi tidak pindah-pindah lagi, tidak digusur karena pergantian kepemimpinan di RS. (***)

Sistem, Bukan Individu

Jakarta – Untuk menata dan mengembangkan lembaga menjadi organisasi modern, penataan sistem menjadi keharusan. Sistem yang tertata baik, organisasi dapat bertahan terhadap perubahan lingkungan organisasi, baik internal maupun eksternal.

Sebaliknya kalau disandarkan kepada individu, organisasi sangat mudah rapuh. Memang betul, pada periode tertentu, dengan ketokohan dan “kebaikan” individu, harapan untuk pengembangan organisasi dapat diwujudkan, apalagi untuk organisasi yang masih “muda”. Akan tetapi ketika ketokohan itu memudar–yang tentunya terjadi secara alamiah–atau terjadi pergantian ketokohan (pemimpin), harapan pengembangan menjadi kontra-produktif.

Dengan individu, juga rentan kepada intervensi- kepentingan dan subyektivitas. Bila ada perbedaan pendapat, yang melibatkan tokoh, unsur subyektifitas tidak dapat dielakkan. Pelampiasan subyektifitas diarahkan kepada organisasi, walau diungkap dengan segala macam pembenaran dan rasionalitas. Hal-hal yang sudah dibangun dengan baik, kemungkinan kembali pada keadaan mula-mula bisa saja terjadi. Kemandirian organisasi karena ketiadaan sistem, menimbulkan ketergantungan.

Karena itu, untuk membangun organisasi secara modern: akuntabel, transparan, dapat dipercaya, sistem itu sangat penting dan strategis. Inilah yang menjadi acuan dan pedoman bersama. Era sekarang adalah transformasi melalui sistem, bukan ketergantungan individual. (***)

Design a site like this with WordPress.com
Get started