Konferensi Studi dan Kongres GAMKI IX di Wisma Kinasih

Caringin – Kemarin 18 Mei sampai 21 Mei 2011 secara resmi Konferensi Studi dan Kongres IX dimulai, dibuka secara resmi bersama komponen organisasi GAMKI sendiri, yaitu Panitia, DPP, MPO, “senior” GAMKI. Tidak ada pejabat pemerintah dan gereja yang hadir dan memberi sambutan.

Acara ini dibagi dalam dalam 2 agenda besar, yaitu studi dan organisasi. Untuk studi diisi dengan ceramah dan paparan kondisi masyarakat dan bangsa dewasa ini dari para pembicara “nasional”. Agenda kedua adalah Kongres, yaitu pertanggung-jawaban DPP, menyusun kebijakan organisasi dan program, dan memilih pengurus dan perangkat organisasi.

Banyak harapan disampaikan kepada GAMKI melalui Kongres ini. Sebagai salah satu “elemen” gereja, GAMKI harus tampil ke depan membela gereja dan bangsa. Karena bangsa ini menghadapi persoalan besar terhadap persoalan bangsa dewasa yaitu pluralitas dan demokrasi. Itu adalah tugas dan panggilan bersama gereja. GAMKI harus berakar di gereja.

Persiangan untuk menduduki peimpinan organisasi terasa nuansanya pada acara pembukaan. Manuver para kandidat baik halus maupun terang2an sudah terasam Ini bisa dilihat, ketika diangkat ke permukaan pilihan apakah GAMKI adalah organisasi kepemudaan (OKP) atau organisasi masyarakat (ORMAS). Dengan mengangkat isu ini, memberi kesan “politisasi” untuk pilihan pengurus. Bila OKP, batasan umur sudah jelas dalam undang2. Karena itu beberapa pihak yang ingin menjadi pengurus akan terganjal. Karena itu dihembuskan “alternatif” menjadi Ormas. Mudah2an isu ini bukan menjadi “politicking” dan “tricky” yang sering muncul dalam setiap Kongres organisasi. Substansi acara terhadap masalah bangsa dan masyarakat kurang menjadi perhatian utama, sangat disayangkan. Semoga. (***)

  1. No trackbacks yet.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started