Exposure Konsultansi Mitra EED di Indonesia yang diselenggarakan di Desa Wiladeg Kabupaten Gunung Kidul
Gunung Kidul – Salah satu agenda dalam Konsultansi Mitra EED di Indonesia adalah exposure ke desa, belajar dan sharing experience tentang Otonomi Desa, Pluralisme, Gender dan Peningkatan Pendapatan di tengah pengaruh Globalisasi.
Exposure dilaksanakan di Desa Wiladeg, Kecamatan Karang Mojo, Kabupaten Gunung Kidul. Desa ini memiliki sawah hanya 7 ha, lainnya lahan kering. Luas desa 450.1625 ha, yang adalah tanah Keraton Yogyakarta. Ketinggian dari permukaan air laut 300 meter. Proporsi pendudk 60% perempuan dan mayoritas Islam. Mobilitas penduduk ke “luar” cukup tinggi. Jumlah penduduk terus berkurang dalam 10 tahun terakhir.
Cara pemilihan desa bertitik tolak dari pemahaman agar seluruh masyakarat butuh kepala desa. Itu berarti kepala desa merupakan adalah tanggung jawab masyarakat, yang ditandai dengan urunan uang untuk membiayai pemilu kepala desa. money politik yang bertiup besar untuk pemilu di daerah lain, seperti desa, kabupaten dan provinsi. Transparansi keuangan sangat dijunjung tinggi. Inisiatif dari masyakarakat, desa hanya memfasilitasi.
Untuk menambah pengetahuan kepada aparat desa, Desa bekerjasama dengan “pihak luar”, yaitu NGO memberikan pelatihan. Desa relatif mandiri bila dilihat dari laporan keuangan. Itu berarti pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama. Tingkat konflik rendah. Untuk mensosialisasikan visi, misi desa, tidak hanya menggunakan forum resmi di desa, tetapi juga di pertemuan informal, seperti perkawinan, kegiatan adat. Desa juga mengembangkan dan mempertahankan kebijakan lokal. Perempuan mendapat kesempatan yang sama. Ada kepala dusun dan aparat desa. (***)
No trackbacks yet.