Mulai 2009 lalu hingga 5 tahun ke depan, aku diangkat Menteri Kesehatan menjadi anggota CCM (Coordinating Mechanism Indonesia) untuk program (proyek) Global Fund: AIDS, Malaria dan TBC.
Saya merupakan representasi gereja-gereja di Indonesia (Protestan dan Katolik). Dalam sistem rekrutmen di CCM, diatur keanggotaan CCM adalah representasi dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah (CSO – civil society organization). Dari pemerintah direkrut antar departemen, sedangkan CSO adalah dari lembaga keagaamaan, organisasi profesi dan pemerhati langsung penyakit (AIDS, Malaria, dan TBC). Masing2 unsur, memiliki anggota-pengganti (alternate), yang menggantikan anggota-tetap bila berhalangan. Alternate saya adalah dari KWI (Konferensi Wali Gereja), yaitu Pastor Biyanto.
CCM Indonesia memiliki Kelompok Kerja, yang disebut Technical Working Group (TWG) terdiri dari AIDS, Malaria dan TB, serta Oversight Committee memantau kerja dan implementasi program GF.
Yang bagus dalam organisasi CCM dalam kaitan GF, adalah masing2 bersifat otonomi, khususnya dengan PR (Principle Recipient dan LFA (auditor). Masing2 punya power sendiri dengan sentral kepada GF. Ini yang disebut proses check and balance.
Di dalam keterlibatan ini, banyak jaringan dan pembelajaran baru, tidak hanya untuk pribadi tetapi juga untuk gereja2 dan Pelkesi. (***).
No trackbacks yet.