MENTALITAS MASYARAKAT NIAS TIDAK KONDUSIF ?

Dalam beberapa diskusi dengan kawan-kawan kelompok (komunitas) Nias, disebutkan bahwa masyarakat Nias belum kondusif, supportive dan responsif terhadap pembangunan. Beberapa indikasi disebutkan, antara lain tidak berbagi sumber daya, misalkan iuran atau tenaga tanpa bayar bila ada kegiatan pembangunan di desa (wujud swadaya); atau cenderung merusak, bila tidak mendapatkan “bagian” dari kegiatan demikian.

Secara sederhana subyek pembangunan dalam pengalaman sehari-hari adalah pemerintah dan masyarakat. Dalam masyarakat didapatkan pelaku lain, seperi NGO (non governmental organization) dan swasta (pedagang), dan komunitas atau kelompok. Para subyek ini memiliki mekanisme dan standar sendiri. Yang lebih banyak diungkapkan dalam diskusi ini adalah masyarakat dalam kategori komunitas atau kelompok.

Read more

Tantangan Gereja Terhadap Pelayanan Kesehatan

Pelayananan Kesehatan di Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah pekabaran Injil yang dibawa para misionaris. Pelayanan lain, yaitu pendidikan. Kedua pelayanan ini berjalan beriringan dalam kegiatan-kegiatan pekabaran Injil. Disamping sebagai bagian dari tugas gereja –bersaksi, bersekutu dan melayani, tetapi juga menjadi langkah awal (entry point) bagi tugas gereja lainnya, memperkenalkan kabar sukacita, yaitu penyelamatan Allah atas dunia dan alam semesta.

Read more

MODEL JUAL-BELI TANAH DI PANTAI SIROMBU

Jakarta – Pemekaran Kabupaten Nias Barat dan pelantikan Bupati yang memimpin dan mengepalai kabupaten ini, telah mendorong pembangunan dan penataan di berbagai sektor. Salah satu sektor itu adalah perekonomian dan pariwisata.

Pantai Sirombu di sore hari

Salah satu pendukung kemajuan suatu daerah adalah pelabuhan, dan kelihatannya Pemda dan masyarakat menyadari hal itu. Secara historis pelabuhan Sirombu merupakan salah satu dari 5 (lima) pelabuhan di Pulau Nias yang menggerakaan perekonomian di daerah ini. Pelabuhan lain adalah Gunung sitoli (Nias Induk), Teluk Dalam (Nias Selatan), Lahewa (Nias Utara) dan Pulau Telo (Nias Selatan). Pelabuhan ini melayani pelayaran langsung dan bongkar muat dari Sibolga (Sumatera) – Nias. Kebutuhan, barang dan material dibawa langsung dari Sibolga dan komoditi (mentah), seperti karet, kopra, cengkeh, dan lain-lain diangkut ke Sibolga melalui pelabuhan ini. Akan tetapi pada tahun 80-an ketika infrastruktur jalan yang semakin baik antara Sirombu-Gunung Sitoli, kebakaran Pasar Sirombu dan bencana alam, menyebabkan pelabuhan ini tidak berfungsi sebagaimana yang disebutkan diatas.  Kebutuhan masyarakat dan pengiriman komoditi, praktis dilaksanakan di Gunung Sitoli. Pelabuhan Sirombu hanya melayani pelayaran ke Kepulauan Hinako, dan sebagian lagi para pelancong (tourist) ke Pulau Asu serta para nelayan penangkap ikan.

Read more

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 89 other followers