<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Firman Nefos Daeli</title>
	<atom:link href="http://nefosdaeli.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nefosdaeli.com</link>
	<description>Dibalik pembelajaran dari berbagai aktivitas</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 04:44:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Comment on Konsultasi Pengurus Nasional Alumni-Alumni Cipayung dan Pimpinan MPR RI by Nefos Daeli</title>
		<link>http://nefosdaeli.com/2012/02/10/konsultasi-pengurus-nasional-alumni-alumni-cipayung-dan-pimpinan-mpr-ri/#comment-109</link>
		<dc:creator><![CDATA[Nefos Daeli]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:44:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nefosdaeli.com/?p=568#comment-109</guid>
		<description><![CDATA[Berita pertemuan ini yang dimuat di beberapa harian, dengan judul &quot;Alumni Cipayung Menolak Sidang Umum MPR Istimewa&quot; mengundang kontroversi dan protes dari beberapa senior. Ini sudah diklarifikasi oleh Pimpinan ALumni-Alumni Cipayung melalui Konferensi Pers, setelah acara pertemuan. Tetapi yang dimuat tetap seperti itu. Kesan umum yang muncul adalah seolah-olah alumni Cipayung mendukung kebijakan pimpinan pemerintahan dan negara terhadap kondisi bangsa dan masyarakat. Padahal agenda pertemuan dengan Pimpinan MPR adalah diskusi dan tekad alumni Cipayung untuk mempertahankan politik kebangsaan dan ideologi Pancasilan. Alumni Cipayung mengharapkan kerjasama untuk mengawal proses dan tekad ini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berita pertemuan ini yang dimuat di beberapa harian, dengan judul &#8220;Alumni Cipayung Menolak Sidang Umum MPR Istimewa&#8221; mengundang kontroversi dan protes dari beberapa senior. Ini sudah diklarifikasi oleh Pimpinan ALumni-Alumni Cipayung melalui Konferensi Pers, setelah acara pertemuan. Tetapi yang dimuat tetap seperti itu. Kesan umum yang muncul adalah seolah-olah alumni Cipayung mendukung kebijakan pimpinan pemerintahan dan negara terhadap kondisi bangsa dan masyarakat. Padahal agenda pertemuan dengan Pimpinan MPR adalah diskusi dan tekad alumni Cipayung untuk mempertahankan politik kebangsaan dan ideologi Pancasilan. Alumni Cipayung mengharapkan kerjasama untuk mengawal proses dan tekad ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Konsultasi Pengurus Nasional Alumni-Alumni Cipayung dan Pimpinan MPR RI by Nefos Daeli</title>
		<link>http://nefosdaeli.com/2012/02/10/konsultasi-pengurus-nasional-alumni-alumni-cipayung-dan-pimpinan-mpr-ri/#comment-108</link>
		<dc:creator><![CDATA[Nefos Daeli]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:29:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nefosdaeli.com/?p=568#comment-108</guid>
		<description><![CDATA[Link lain berita pertemuan ini adalah di DetikNews ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Link lain berita pertemuan ini adalah di DetikNews </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Perkumpulan Senior GMKI by jon robet sidabutar</title>
		<link>http://nefosdaeli.com/organisasi/perkumpulan-senior-gmki/#comment-107</link>
		<dc:creator><![CDATA[jon robet sidabutar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 07:37:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nefosdaeli.wordpress.com/organisasi/perkumpulan-senior-gmki/#comment-107</guid>
		<description><![CDATA[Mantapp....semoga Perkumpulan Senior GMKI benar-benar terwujud dgn baik]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mantapp&#8230;.semoga Perkumpulan Senior GMKI benar-benar terwujud dgn baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Wacana Organisasi Masyarakat Nias Barat by Nefos</title>
		<link>http://nefosdaeli.com/2011/06/26/wacana-organisasi-masyarakat-nias-barat/#comment-92</link>
		<dc:creator><![CDATA[Nefos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 14:03:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nefosdaeli.wordpress.com/2011/06/26/wacana-organisasi-masyarakat-nias-barat/#comment-92</guid>
		<description><![CDATA[Pak Ama Asni, thanks komentar yang mencerahkan. Saya memang tidak bermaksud menggurui, tetapi refleksi saya dari kondisi
Ak kembali ke topik refleksi sekaligus merespon catatan Anda. Saya setuju organisasi yang mungkin disebut &quot;tidak-keren&quot;, bila ditekuni dan memiliki visi &quot;besar&quot;, pasti akan memberi pengaruh besar. Hanya saja vivi itu tidak ada. Karenanya kegiatan begitu2 saja.
Demikian juga terhadap FNB, saya sependapat telah terkondisikan membentuk &quot;wadah&quot; tanpa clear maksud dan harapan (istilah lain visi). Padah wadah (organisasi) adalah level ketiga dalam manajemen (setelah visi dan nilai). Ada sedikit kekeliruan kaprah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Ama Asni, thanks komentar yang mencerahkan. Saya memang tidak bermaksud menggurui, tetapi refleksi saya dari kondisi<br />
Ak kembali ke topik refleksi sekaligus merespon catatan Anda. Saya setuju organisasi yang mungkin disebut &#8220;tidak-keren&#8221;, bila ditekuni dan memiliki visi &#8220;besar&#8221;, pasti akan memberi pengaruh besar. Hanya saja vivi itu tidak ada. Karenanya kegiatan begitu2 saja.<br />
Demikian juga terhadap FNB, saya sependapat telah terkondisikan membentuk &#8220;wadah&#8221; tanpa clear maksud dan harapan (istilah lain visi). Padah wadah (organisasi) adalah level ketiga dalam manajemen (setelah visi dan nilai). Ada sedikit kekeliruan kaprah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Wacana Organisasi Masyarakat Nias Barat by Loni Gulo</title>
		<link>http://nefosdaeli.com/2011/06/26/wacana-organisasi-masyarakat-nias-barat/#comment-91</link>
		<dc:creator><![CDATA[Loni Gulo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 12:23:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://nefosdaeli.wordpress.com/2011/06/26/wacana-organisasi-masyarakat-nias-barat/#comment-91</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan yang baik dan bermanfaat dilevel pemahaman tertentu namun bagi sebagian orang mungkin kurang bisa disimak dgn baik dikarenakan dasar pemahaman keorganisasian yang kurang pas (ilustrasi jika kita bicara internet bagi orang yang hanya bisa mengetik office words di komputer maka akan ada kendala dalam pemahaman).
Pendapat saya masyarakat kita Nias dalam berbagai wadah organisasi yang ada bisa optimal di level bentuk arisan, STM (serikat tolong menolong) dan kepanitiaan (natal, paskah, retret, PA, Persekutuan doa, HUT, pesta, reuni, pertandingan olah raga, seni dll) dan masih belum &#039;sukses&#039; di level organisasi kader (membekali komunitasnya dengan skill keorganisasian seperti pemahaman organisasi, leadership, teknik berorganisasi dll). 

Berdasarkan kenyataan tersebut (jika saya tidak salah mengamati) adalah sangat besar usaha yang diperlukan untuk sukses kalau masih memimpikan ada organisasi kader yang efektif dalam komunitas masyarakat Nias.Terlalu banyak manusia yang harus digeser mindset agar berada dalam range yang tidak terlalu jauh berbeda. Namun untuk tidak diam dan masih tetap ada sumbangsih buat kampung halaman biarlah wadah yang dimiliki setingkat arisan atau STM tetapi produk wadah ini yang bisa memiliki nilai dan mutu yang bermanfaat banyak. Hal ini bisa terwujud kalau personil yang ada dalam wadah yang tidak &#039;keren&#039; ini memiliki interpretasi yang sama mengenai apa visi dan misi dari organisasi wadah tersebut.

FNB wacananya kearah bentuk seperti yang diuraikan diatas artinya jika ada dua orang atau lebih yang se-visi misi go ahead for action, Dan sebagaimana kemampuan untuk action orang yang se-visi misi yang ada di wadah tidak &#039;wah&#039; tersebut, itulah yang diusahakan untuk dilaksanakan. Namun FNB tendensi kondisinya, wadah terlanjur ada tapi orangnya masih belum se-visi misi. Alangkah eloknya kalau lebih dahulu orangnya se-vsi misi baru menyatukan diri dalam suatu wadah organisasi. Sukses buat kita semua...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang baik dan bermanfaat dilevel pemahaman tertentu namun bagi sebagian orang mungkin kurang bisa disimak dgn baik dikarenakan dasar pemahaman keorganisasian yang kurang pas (ilustrasi jika kita bicara internet bagi orang yang hanya bisa mengetik office words di komputer maka akan ada kendala dalam pemahaman).<br />
Pendapat saya masyarakat kita Nias dalam berbagai wadah organisasi yang ada bisa optimal di level bentuk arisan, STM (serikat tolong menolong) dan kepanitiaan (natal, paskah, retret, PA, Persekutuan doa, HUT, pesta, reuni, pertandingan olah raga, seni dll) dan masih belum &#8216;sukses&#8217; di level organisasi kader (membekali komunitasnya dengan skill keorganisasian seperti pemahaman organisasi, leadership, teknik berorganisasi dll). </p>
<p>Berdasarkan kenyataan tersebut (jika saya tidak salah mengamati) adalah sangat besar usaha yang diperlukan untuk sukses kalau masih memimpikan ada organisasi kader yang efektif dalam komunitas masyarakat Nias.Terlalu banyak manusia yang harus digeser mindset agar berada dalam range yang tidak terlalu jauh berbeda. Namun untuk tidak diam dan masih tetap ada sumbangsih buat kampung halaman biarlah wadah yang dimiliki setingkat arisan atau STM tetapi produk wadah ini yang bisa memiliki nilai dan mutu yang bermanfaat banyak. Hal ini bisa terwujud kalau personil yang ada dalam wadah yang tidak &#8216;keren&#8217; ini memiliki interpretasi yang sama mengenai apa visi dan misi dari organisasi wadah tersebut.</p>
<p>FNB wacananya kearah bentuk seperti yang diuraikan diatas artinya jika ada dua orang atau lebih yang se-visi misi go ahead for action, Dan sebagaimana kemampuan untuk action orang yang se-visi misi yang ada di wadah tidak &#8216;wah&#8217; tersebut, itulah yang diusahakan untuk dilaksanakan. Namun FNB tendensi kondisinya, wadah terlanjur ada tapi orangnya masih belum se-visi misi. Alangkah eloknya kalau lebih dahulu orangnya se-vsi misi baru menyatukan diri dalam suatu wadah organisasi. Sukses buat kita semua&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

